AS hentikan kasus penipuan visa ilmuwan China

AS hentikan kasus penipuan visa ilmuwan China

Gedung Departemen Kehakiman AS di Washington. (ANTARA/Shutterstock)

Washington (ANTARA) - Program Departemen Kehakiman AS yang bertujuan melindungi teknologi Amerika dari China membatalkan lima tuntutan terhadap ilmuwan China setelah draf analisis internal FBI mempertanyakan premis utama untuk penyelidikan itu, menurut dokumen pengadilan.

"Inisiatif China" itu telah dikritik oleh para pendukung kebebasan sipil sebagai bias rasial, dan hakim dalam beberapa proses pengadilan telah menyatakan keraguan tentang taktik FBI dalam menginterogasi para ilmuwan.

Pada Kamis dan Jumat, pemerintah AS mengajukan mosi di pengadilan federal untuk menghentikan tuduhan dalam lima kasus peneliti China yang ditangkap atas tuduhan penipuan visa tahun lalu. Semua mengaku tidak bersalah memalsukan aplikasi visa untuk menyembunyikan hubungan militer serta tuduhan lainnya.

Mosi untuk menghentikan kasus tersebut bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Biden yang baru, Wendy Sherman, di China pada Minggu dan Senin.

Baca juga: FBI sebut ilmuwan China sembunyi di konsulat hindari penangkapan

Kelima penangkapan itu terjadi sekitar setahun yang lalu ketika hubungan AS-China berada di titik nadir dan sekarang dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu berusaha untuk mengatasi hubungan yang bermasalah.

Departemen Kehakiman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menolak kasus-kasus itu demi "kepentingan keadilan".

Pejabat China yang berbasis di AS tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar mengenai perkembangan tersebut.

"Perkembangan terakhir dalam beberapa kasus yang melibatkan terdakwa dengan dugaan hubungan yang tidak diungkapkan dengan Tentara Pembebasan Rakyat Republik Rakyat China telah mendorong Departemen untuk mengevaluasi kembali penuntutan ini," sebuah demikian pernyataan oleh juru bicara Departemen Kehakiman Wyn Hornbuckle tanpa merinci apa perkembangan itu.

Dokumen pengadilan dalam dua kasus yang diajukan bulan ini mencakup rancangan analisis FBI yang mempertanyakan manfaat penyelidikan itu dalam melindungi teknologi yang dikembangkan AS. Laporan itu mengatakan bahwa pertanyaan permohonan visa tentang dinas militer yang menjerat para ilmuwan, tidak jelas.

Baca juga: Wamenlu China dan AS dijadwalkan bertemu di Tianjin

Analisis itu ditulis sebagai reaksi terhadap Unit Analisis Transfer Teknologi China di FBI yang dinominasikan pada Februari untuk "dampak tinggi" dari "penangkapan mahasiswa PLA" . PLA mengacu pada militer China. Pemimpin unit FBI tidak setuju dengan dampak penangkapan dan mengeluarkan unit itu dari nominasi penghargaan, menurut dokumen pengadilan.

Ditanya tentang pengajuan pengadilan, seorang pejabat Departemen Kehakiman menjawab melalui email bahwa "draf analisis mendorong pertanyaan lanjutan dan permintaan dari penasihat hukum yang tidak dapat kami selesaikan sebelum tanggal persidangan Senin."

Salah satu kasus dijadwalkan akan dimulai pada Senin. Pejabat itu mengatakan bahwa dalam sebagian besar kasus hukumannya akan menjadi satu tahun atau kurang dan bahwa kebebasan para terdakwa telah dibatasi selama waktu itu baik di penjara atau dengan jaminan.

Pengacara pembela mengatakan satu-satunya "kejahatan" klien mereka adalah menabrak politik AS-China.

John Hemann, seorang pengacara untuk peneliti otak China Song Chen, mengatakan mereka "bersyukur dan lega" kasus terhadapnya telah dibatalkan dan "pemerintah telah melakukan hal yang benar."

Sumber: Reuters

Baca juga: AS kecewa China tolak penyelidikan asal usul COVID-19
Baca juga: Peretas China curi data pemerintah Kamboja

 
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021