RSUD Provinsi NTB siap hadapi kemungkinan terburuk COVID-19

RSUD Provinsi NTB siap hadapi kemungkinan terburuk COVID-19

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Lalu Herman Mahaputra. ANTARA/Nur Imansyah.

Mataram (ANTARA) - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dr Lalu Herman Mahaputra, menyatakan kesiapan rumah sakit dan tenaga medis dalam menghadapi kemungkinan terburuk menyusul masuknya varian baru COVID-19 dari India ke wilayah itu.

"Semua planing sudah kita siapkan, untuk menghadapi kemungkinan yang ada," ujarnya di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, saat ini RSUD Provinsi sudah ditingkatkan fasilitasnya dengan daya tampung tempat tidur ICU isolasinya menjadi 100 tempat tidur. "Ini juga baru terisi 20 persen," terangnya.

Oleh karena itu, dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk juga pihaknya telah membangun koordinasi dan kolaborasi bersama rumah sakit lain.

"Yang penting jangan panik. Berikan kesempatan kepada pihak kesehatan untuk menangani ini dengan baik. Masyarakat waspada dan tetap taat aturan," ucap dr Jack sapaan akrabnya.

Ditambahkannya, saat ini yang paling utama mengoptimalkan isolasi mandiri terpadu. artinya kalau sakit harus dirawat di RS. "Tetapi yang terkonfirmasi PCR positif maka harus dilindungi supaya tidak bergejala," katanya.

Dalam pengendalian Covid, ia menjelaskan telah menyiapkan semua fasilitas pendukung, seperti persediaan hotel untuk isolasi mandiri yaitu Hotel Jayakarta dan Holiday, kemudian asrama haji, Wisma Tambora dan RS Metromedika yang mampu meng-upgrade 84 tempat tidur.

Baca juga: 13 kasus COVID-19 varian delta terdeteksi di NTB
Baca juga: DPRD dorong Pemprov NTB cari pinjaman atasi terbatasnya APBD


Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengakui bahwa varian Delta sudah masuk di wilayah itu dengan jumlah 13 kasus. Di mana lima orang sudah dinyatakan sehat, empat orang sedang isolasi mandiri, dan satu orang yang masih dalam pantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

"Alhamdulillah kondisi mereka baik, cuman ada satu orang masih terus dalam pemantauan dan semoga kondisinya tidak memburuk," ujarnya dalam konferensi pers.

Wagub menyampaikan, 13 kasus positif COVID-19 varian Delta ini tersebar di sejumlah wilayah NTB, di antaranya lima kasus berada di Kota Mataram, dua kasus di Lombok Barat, satu kasus di Sumbawa, dua kasus dari Jawa Tengah, satu kasus dari Jawa Timur, satu kasus dari Jawa Barat dan satu kasus di Kabupaten Bima.

Meski kasus COVID-19 varian Delta sudah masuk di NTB, Wagub menegaskan kondisi NTB dalam keadaan aman, termasuk, ketersediaan obat-obatan, vitamin dan oksigen.

"Masyarakat agar tetap tenang dan waspada yang lebih tinggi. Dalam artian lebih patuh, disiplin, dan ketat menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan," ucapnya.

Selain itu, Wagub NTB, mengimbau masyarakat agar mau divaksinasi guna mencapai target 70 persen masyarakat NTB yang tervaksinasi.

"Work from home (WFH) harus ditaati oleh provinsi maupun kabupaten/kota, menegakkan protokol kesehatan di pusat keramaian seperti pasar, dan untuk sekolah agar mencermati perlu/tidaknya untuk tatap muka," katanya.

Baca juga: NTB berencana gratiskan tes cepat untuk wisatawan
Baca juga: Polda NTB gelar permainan taktis penyebaran COVID-19 secara masif
Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021