Kapal Pesiar Cruise melintasi perairan Riau aman perompakan

Kapal Pesiar Cruise melintasi perairan Riau aman perompakan

Kapal Pesiar Genting Dream Cruise lirik singgah di Pulau Rupat, dan Gubernur Riau Syamsuar menjamin aman karena periairan Riau dijaga ketat aparat TNI-AL dan Ditpolair. (Foto:Antara/HO-Humas Pemrov Riau).

Pekanbaru (ANTARA) -
Gubernur Riau H. Syamsuar meyakinkan investor asing, bahwa lalu lintas perairan wilayah Provinsi Riau bebas dari para perompak atau bajak laut sehingga rencana Kapal Pesiar Genting Dream Cruise singgah di Pulau Rupat dijamin aman.

"Saat investor Malaysia itu berkunjung ke Riau, lalu menanyakan soal keamanan, dan di perairan Riau apakah ada bajak laut atau tidak," kata Gubernur kepada wartawan, di Pekanbaru, Kamis.

Dia mengatakan, investor Malaysia tersebut berminat mengelola Kawasan Wisata Bahari di Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, direncanakan juga akan beroperasinya Kapal Pesiar Genting Dream Cruise singgah di Pulau Rupat.

Menurut Syamsuar,  perompak atau bajak laut itu tidak ada, di perairan Riau, apalagi teritorial perairan Provinsi Riau selalu dijaga ketat aparat TNI-AL dan Ditpolair.

"Saya bilang kepada para investor bahwa bajak laut itu tidak ada. Apalagi Angkatan Laut dan Ditpolair kita tetap melakukan pengawalan," katanya.

Ia meyakinkan para investor bahwa perairan di wilayahnya itu sangat aman sehingga diharapkan, kapal pesiar Cruise dapat berlayar dan memasuki lalu lintas perairan provinsi Riau dengan aman.

Karenanya, Gubernur juga telah mengingatkan unsur pimpinan dan masyarakat di Kecamatan Rupat untuk mempersiapkan potensi wisata di daerah itu, termasuk kesiapan beragam kesenian adat, kulinernya serta minuman khas daerah.

"Kapal Pesiar Genting Dream Cruise membawa sedikitnya 5.000 penumpang. Jika mereka datang ke Rupat, tentu masyarakat harus mempersiapkan kuliner yang berlebih agar penumpang kapal Cruise tidak kehabisan makanan," katanya.

Kasus kehabisan makanan pernah terjadi saat kapal Cruise singgah di Natuna. Karena kurang siapnya masyarakat setempat, sehingga makanan di Pulau itu tidak cukup memenuhi kebutuhan para penumpang kapal.

"Di Natuna itu, sempat kehabisan makanan apalagi jumlah pelancong yang dibawa kapal itu ribuan. Jadi ini jangan sampai terjadi, begitu mereka datang kita sudah siapkan semuanya," katanya.***1***T.F011
Pewarta : Frislidia
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021