ACT--MRI bangun posko layanan kesehatan untuk penyintas gempa Malteng

ACT--MRI bangun posko layanan kesehatan untuk penyintas gempa Malteng

Tim Kesehatan ACT-MRI melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pengungsi di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Jumat (25/6). ANTARA/HO-ACT Cabang Maluku

Ambon (ANTARA) - Lembaga Kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Cabang Maluku membangun posko pelayanan kesehatan gratis untuk para penyintas gempa magnitudo 6,1 di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Ketua Posko ACT-MRI Cabang Maluku, Muhammad Iqbal Kumkelo di Ambon, Sabtu, mengatakan posko pemeriksaan kesehatan gratis ACT-MRI telah dibuka di Kecamatan Tehoru sejak 24 Juni 2021, untuk melayani para penyintas gempa bumi yang berpusat di 40 km timur Kota Masohi pada 16 Juni 2021.

Tim kesehatan yang terdiri dari satu dokter dan tujuh tenaga medis diterjunkan oleh ACT-MRI, untuk berkeliling melakukan pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi pengungsian yang ada.

Sejak dibuka pada Kamis lalu, tim kesehatan ACT-MRI telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan membagikan obat-obatan, juga vitamin kepada pengungsi di Desa Haya, Waeputih dan Dusun Mahu.

"Kami berharap dengan adanya pelayanan kesehatan ini, sedikit bisa membantu para korban gempa Malteng yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian," ucap ujar Muhammad Iqbal.

Baca juga: ACT Cabang Ambon kerahkan tim medis bantu korban terdampak gempa
Baca juga: ACT-MRI salurkan makanan siap saji untuk anak pengungsi korban gempa


Tenaga medis dari posko kesehatan ACT-MRI, Firda Zahra Tuasikal mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan di beberapa lokasi pengungsian selama dua hari terakhir, sakit demam dan gatal-gatal yang paling banyak diderita oleh para pengungsi.

Penyakit tersebut dipengaruhi oleh faktor kebersihan di lokasi pengungsian. Karena itu, para tenaga medis juga menganjurkan agar para pengungsi agar senantiasa menjaga kebersihan.

"Kami akan berusaha lebih maksimal untuk melayani para penyintas gempa. Banyak pengungsi yang menderita sakit demam dan gatal-gatal akibat minimnya sarana kebersihan," ucap Firda Zahra Tuasikal.

Seorang pengungsi dari Desa Waeputih, La Ode mengakui dirinya dan keluarga merasa sangat terbantu dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis ACT-MRI, karena mereka juga diberikan obat dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Baca juga: Gempa magnitudo 6,1, warga Tehoru-Malteng mengungsi ke perbukitan
Baca juga: Usai gempa magnitudo 6,1, sumur di Saunulu-Maluku Tengah mengering
Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021