Kemensos sosialisasi Puskesos dan SLRT di Bone Bolango

Kemensos sosialisasi Puskesos dan SLRT di Bone Bolango

Sejumlah peserta berfoto bersama usai mengikuti sosialisasi persiapan pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. ANTARA/HO/Diskominfo

Gorontalo (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial mensosialisasikan persiapan pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Peneliti Madya Direktorat Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Badrun Susantyo, Jumat, pada kegiatan tersebut mengungkapkan arah kebijakan penyelenggaraan Pusat Kesejahteraan Sosial dan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu.

Badrun mengatakan Puskesos merupakan lembaga yang dibentuk untuk memudahkan warga miskin dan rentan miskin, serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) untuk mendapatkan akses dan menjangkau layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pemerintah desa/kelurahan dan lembaga non-pemerintah.

Baca juga: Kemensos tetapkan dua kelurahan di Cilegon percontohan Puskesos-SLRT

Baca juga: Dua puskesos percontohan akan didirikan di setiap kabupaten/kota


"Puskesos menjadi wadah mewujudkan adanya sinergi berbagai potensi dan sumber daya masyarakat, memperkuat jaringan-jaringan sosial, dan membangun kebersamaan dalam mengatasi permasalahan sosial di tingkat lokal," ucapnya.

Sedangkan SLRT adalah sistem yang membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin. Lalu menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola oleh pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota dan desa/kelurahan) dan non-pemerintah.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi, Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa mengatakan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi penduduk miskin dan rentan miskin adalah salah satu prioritas daerah Kabupaten Bone Bolango yang diarahkan dalam RPJMD 2021-2026.

"Hal ini juga merupakan amanat RPJMN 2020-2024, terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang partisipatif dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Iwan Mustapa.

Dia menegaskan bahwa penanganan kesejahteraan sosial termasuk upaya pengurangan rakyat miskin merupakan komitmen utama pemerintah daerah ke depan dan menargetkan penurunan kemiskinan menjadi 12,34 persen pada 2026.

"Tentu ini membutuhkan inovasi, kolaborasi, sinergi dan program aksi yang tepat dimulai dari perencanaan yang tepat, pendataan yang benar, identifikasi masalah dan sumber daya serta pengembangan dan pelaksanaan program dengan tepat dan berkualitas," jelasnya.

Olehnya itu, pembentukan Puskesos SLRT menjadi salah satu garda terdepan di tingkat bawah untuk memperkuat konsolidasi pelayanan kesejahteraan sosial yang berkualitas, komprehensif, dan partisipatif.

"Termasuk konsolidasi data sasaran program kesos, melayani keluhan masyarakat, menjembatani masyarakat dengan program kesejahteraan sosial yang ada serta layanan kesejahteraan sosial lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Dian Susilo dalam laporannya menjelaskan kegiatan sosialisasi persiapan pembentukan Puskesos dan SLRT dimaksudkan untuk menyamakan pemahaman dan memberikan penguatan kapasitas kepada desa-desa calon lokasi pembentukan Puskesos dan SLRT dan bagaimana pelaksanaannya.

Hal tersebut menurutnya sebagai wujud perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango.

"Adapun tujuan pembentukan Puskesos dan SLRT ini adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem perlindungan sosial guna mengurangi kemiskinan, kerentanan dan kesenjangan," ujarnya.*
Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021