Pakar: Mikrobioma berperan penting bagi lingkungan dan manusia

Pakar: Mikrobioma berperan penting bagi lingkungan dan manusia

Tangkapan layar ahli mikrobiologi UI Pratiwi Sudarmono (baris kedua panel tengah) dan pakar bioteknologi mikroba ITB Intan Taufik (baris kedua panel kanan) dalam diskusi oleh Nusantics, dipantau dari Jakarta, Jumat (25/6/2021). (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Mikrobioma memiliki peran penting dalam kehidupan lingkungan serta terhadap manusia yang secara khusus melakukan fungsi fisiologinya berkat ditopang oleh mikroorganisme, kata ahli mikrobiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pratiwi Sudarmono.

"Kita ketahui banyak sekali pemahaman tentang keanekaragaman mikroorganisme dalam tubuh manusia sampai dikatakan bahwa sebetulnya kita ini sebagai manusia hanya memfungsikan fungsi fisiologi kita sebanyak 10 persen saja, 90 persen ditopang mikroorganisme di badan kita," kata Pratiwi dalam diskusi virtual dalam rangka Hari Mikrobioma Dunia, dipantau dari Jakarta, Jumat.

Secara khusus dia menjelaskan bahwa setiap bagian tubuh manusia memiliki mikrobioma khusus dengan fungsinya masing-masing.

Mikrobioma sendiri adalah seluruh mikroba yang hidup di tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Terdiri dari bakteri, archae, virus dan jamur.

Baca juga: Bisa bunuh mikroba dan virus, Batan buat alat sterilisasi UV-C

Baca juga: Guru Besar Unair: Penggunaan antibiotik berlebih bunuh mikroba baik


Dia menjelaskan bahwa mikrobioma di tubuh manusia berkontribusi dalam berbagai aspek seperti memproduksi vitamin, membantu menyerap nutrisi dari usus dan bahkan tidak hanya berpengaruh dengan fisik tapi juga mood atau kejiwaan.

Tidak hanya kepada manusia, mikrobioma juga berpengaruh terhadap pertanian, seperti yang diutarakan oleh pakar bioteknologi mikroba dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Intan Taufik.

Mikrobioma dapat berfungsi dalam peningkatan penyerapan nutrisi, ketahanan tanaman terhadap stress serta menstimuli kesehatan tanaman.

Taufik menjelaskan ada juga peran mikrobiota dalam proses pascapanen yang bisa mempengaruhi keamanan, dan ketahanan.

Dia menjelaskan adanya transplantasi mikrobioma yaitu dengan memberikan mikroba dengan sifat menguntungkan atau yang menghasilkan metabolit aktif. Contohnya seperti biofertilizer dan agen biokontrol.

"Introduksi mikroba-mikroba itu bisa mengubah kondisi lingkungan sekitar, melakukan pergeseran struktur dan fungsi mikrobiota yang ada ataupun tanaman lain," ujarnya.*

Baca juga: IPB diseminasikan mikroba dari Gunung Ciremai untuk pertanian

Baca juga: IPB dorong penggunaan mikroba baik untuk pertanian sehat
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021