Ketua MPR sebut PJJ bantu pemerintah tingkatkan akses pendidikan

Ketua MPR sebut PJJ bantu pemerintah tingkatkan akses pendidikan

Tangkapan layar - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo dalam pembukaan Dies Natalis UT ke-37 dan Disporseni yang dipantau di Jakarta, Kamis (24/6/2021). ANTARA/Indriani/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyebutkan pendidikan jarak jauh (PJJ) telah terbukti membantu pemerintah meningkatkan akses pendidikan.

“Pola PJJ seperti yang dilakukan oleh UT membantu program pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan, seperti yang diamanatkan oleh konstitusi,” ujar Bambang dalam pembukaan Dies Natalis Ke-37 Universitas Terbuka (UT) dan Disporseni yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Bambang menambahkan dibentuknya pemerintah bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, termasuk dalam memberikan akses pendidikan tinggi. Namun faktanya, dari tiga juta lulusan SMA dan SMK setiap tahunnya, hanya 38 persen yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

“PJJ merupakan solusi yang tepat. Apalagi dalam periode menyongsong puncak demografi pada 2045, yang mana sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menjadi tumpuan suksesnya bonus demografi itu,” ujar dia.

Dia mengapresiasi UT yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Termasuk mereka yang tidak terserap perguruan tinggi maupun terpaksa menunda karena bekerja,” ujar dia.

Pembelajaran yang dilakukan dengan platform TIK, katanya, akan menciptakan ekosistem pembelajaran digital. Model pembelajaran yang terintegrasi itu, tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi sesuai dengan tuntutan dan adaptasi tenaga kependidikan, materi pembelajaran yang menarik dan interaktif dan kedewasaan peserta didik.

Baca juga: Pemerhati : PJJ yang baik harus sesuai dengan kebutuhan

“Model pembelajaran berbasis digital tumbuh seiring zaman, yang ditopang kemajuan teknologi. Tren pendidikan global yang menuntut cepat dan efesien, maka ekosistem pembelajaran digital menjadi suatu keniscayaan yang tidak terelakkan. Guna melahirkan pendidikan yang unggul dan berdaya saing global, maka mau tidak mau kita dihadapkan dua pilihan, yakni beradaptasi dan berinovasi,” kata Bambang.

Baca juga: UT canangkan semua sistem pelayanan berbasiskan digital

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mendukung gagasan Universitas Terbuka yang mendorong adanya program wajib kuliah bagi masyarakat Indonesia. Dengan program wajib kuliah tersebut, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bidang pendidikan dapat terwujud.
Baca juga: UT gagas program wajib kuliah untuk wujudkan keadilan sosial

Pewarta : Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021