Pemkot Pangkalpinang pulangkan 10 pekerja lokalisasi Teluk Bayur

Pemkot Pangkalpinang pulangkan 10 pekerja lokalisasi Teluk Bayur

Proses pemulangan 10 pekerja Lokalisasi Telukbayur Pangkalpinang melalui Bandara Depati Amir. (ANTARA/ Donatus Dasapurna)

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah memulangkan 10 perempuan yang bekerja di lokalisasi Teluk Bayur ke daerah masing-masing.

"Pemulangan para pekerja perempuan ini sebagai salah satu upaya Pemkot Pangkalpinang untuk menciptakan suasana yang lebih tertib, aman dan nyaman," kata Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan pemulangan kembali para pekerja perempuan tersebut difasilitasi Pemkot Pangkalpinang dan seluruhnya diberangkatkan dari Bandara Depati Amir.

"Pemulangan 10 pekerja berjalan lancar dan aman. Mereka sudah kita kembalikan ke daerah masing-masing dan kita harapkan tidak kembali lagi ke Pangkalpinang untuk melakukan aktivitas yang sama," kata Maulan.

Baca juga: Pemkot Pangkalpinang segera tutup permanen dua lokalisasi
Baca juga: Reni Astuti lanjutkan pemberdayaan UMKM eks lokalisasi Dolly

Baca juga: Jejak Pulau Amat Belanda, dari lokalisasi menjadi pengekspor rengkam

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja kota setempat dan seluruh instansi yang terlibat dalam proses pemulangan para pekerja.

"Langkah kecil ini akan terus kami lakukan secara konsisten agar Pangkalpinang semakin kondusif dan bersih dari lokalisasi," katanya.

Aktivitas para pekerja perempuan di lokalisasi cukup meresahkan warga di daerah itu dan dikhawatirkan akan menjadi salah satu penyebab terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam pemulangan tersebut Pemkot menegaskan kepada para pekerja agar tidak kembali lagi ke Pangkalpinang jika hanya ingin melakukan pekerjaan yang sama.

"Kami ingin Pangkalpinang bersih dari lokalisasi," kata Maulan.
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021