Jumlah pengungsi longsor Cianjur positif COVID-19 bertambah 76 kasus

Jumlah pengungsi longsor Cianjur positif COVID-19 bertambah 76 kasus

Pengungsi korban longsor di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani tes cepat dan usap atau RT PCR, untuk mengetahui kondisi kesehatannya. FOTO ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur, Jabar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyatakan bahwa jumlah pengungsi korban bencana alam longsor di Kecamatan Cibeber, yang terpapar COVID-19 bertambah menjadi 76 orang, setelah dilakukan tes cepat dan usap antigen.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal di Cianjur, Senin, mengatakan untuk menghindari penularan terus meluas, seluruh aktifitas warga satu desa dihentikan atau "lockdown".

"Selang beberapa hari, setelah 58 orang pengungsi korban longsor ditemukan terpapar positif COVID-19, petugas kembali melakukan tes cepat dan usap atau RT PCR terhadap 17 orang pengungsi dengan hasil positif COVID-19," katanya.

Atas kondisi itu, puluhan warga yang terpapar tersebut, menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, yang sejak beberapa hari terakhir sudah dapat ditempati kembali, di bawah pengawasan Gugus Tugas dan tenaga medis dari puskesmas setempat.

Ia menjelaskan, mereka yang terpapar tidak disertai keluhan penyakit, hanya mengeluhkan kehilangan indra penciuman dan perasa, sehingga isolasi cukup di lakukan di rumahnya masing-masing, setelah BPBD menilai kondisi perkampungan sudah dapat dihuni.

"Sebelumnya kami berkoodinasi dengan dinas terkait, kalau rumah warga sudah dapat ditempati kembali karena longsor susulan kemungkinan kecil akan terjadi," kata Yusman Faisal.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan terkait bertambahnya pengungsi yang terpapar virus mematikan itu, membuat pihaknya memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan warga di Desa Cibokor atau "lockdown".

"Pintu masuk dan keluar pemukiman warga ditutup. Untuk kebutuhan warga selama isolasi mandiri di sediakan gugus tugas, termasuk pelayanan kesehatan. Kita akan terus berupaya memutus rantai penyebaran," katanya.

Warga diimbau untuk lebih meningkatkan prokes terutama saat melakukan aktifitas di luar rumah dan menjaga kesehatan serta imun tubuh agar tidak terpapar virus berbahaya karena perang terhadap virus corona harus dari seluruh lapisan warga, demikian Herman Suherman.

Baca juga: Puluhan orang terpapar COVID-19 klaster pengungsian pertama di Cianjur

Baca juga: Pemkab Cianjur tambah tempat tidur untuk isolasi pasien COVID-19

Baca juga: Di Cianjur-Jabar, ditemukan lagi belasan nakes terpapar COVID-19

 
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021