Kementerian Investasi bantu studi kelayakan investasi di Sumbar

Kementerian Investasi bantu studi kelayakan investasi di Sumbar

Gubernur Sumbar, Mahyeldi. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal membantu menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) potensi investasi sektor pertanian di Sumatera Barat agar bisa menarik investor.

"Pada RPJMD 2021-2026 Sumbar akan fokus pada bidang pertanian secara luas, pariwisata dan pendidikan. Tahun ini kami mendapatkan dukungan dari Kementerian Investasi untuk sektor itu," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Minggu.

Ia mengatakan Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran 10 persen khusus untuk pertanian. Hal itu dilakukan karena 57 persen penduduk Sumbar berprofesi sebagai petani dan 24 persen PAD berasal dari sektor pertanian.

Baca juga: Peneliti harapkan swasta dilibatkan investasi infrastruktur pertanian

Namun hal itu masih belum cukup. Perlu dukungan yang lebih besar agar potensi yang tersedia bisa terus berkembang dan menyerap tenaga kerja di daerah.

Potensi yang sangat mungkin untuk dikembangkan adalah industri pengolahan kelapa, industri pengolahan kopi arabika, industri pengolahan gambir dan kakao.

Bahan baku untuk tiga komoditas ini tersedia melimpah karena didukung luas lahan yang mencapai ratusan hektare.

"Dukungan penyusunan feasibility study (studi kelayakan) untuk empat potensi ini akan mampu menggerakkan perekonomian di Sumbar," katanya.

Ia menyebut dalam Rapat Koordinasi tentang Peta Peluang Investasi yang siap ditawarkan pada 2021 secara virtual di Padang, Jumat(18/6) Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia langsung meminta deputi di kementeriannya untuk menyiapkan FS bagi potensi sektor pertanian Sumbar.

Baca juga: Investasi sektor pertanian dinilai bisa dorong ketahanan pangan

Menteri bahkan langsung minta deputinya mencarikan investor yang potensial untuk menggarap sektor itu.

"Industri kelapa, gambir, kakao dan kopi ini langsung menampung menampung hasil pertanian dari masyarakat karena itu perlu dukungan. Siapkan feasibility study dan carikan investor," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi dengan menggenjot investasi memang menjadi target tapi hal itu tidak akan banyak artinya jika tidak merata. Jadi investasi yang didukung tidak hanya yang besar, tetapi juga UMKM yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Investasi itu harus ada multiplier effect-nya pada UMKM dan masyarakat juga.

Tindak lanjut hal tersebut akan langsung dibahas pada rapat koordinasi Kementerian Investasi di Padang 26 Juni 2021.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021