RS Sanglah Bali segera buka layanan kecantikan berkelas Internasional

RS Sanglah Bali segera buka layanan kecantikan berkelas Internasional

Peninjauan lokasi layanan kecantikan standar internasional oleh Dirut RSUP Sanglah (kiri) bersama Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono (tengah) di RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Jumat (18/06/2021). ANTARA/Ayu Khania Pranisitha. ANTARA/Ayu Khania Pranisitha

Denpasar (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali dalam waktu dekat segera membuka wisata kesehatan dalam bidang layanan kecantikan berkelas Internasional.
 
"Kami punya beberapa unggulan, termasuk bedah jantung. Di Bali kebetulan juga ada tentang estetika. Kemenkes nanti akan dukung tempatnya di RS Sanglah, dimana ada pelayanan estetika skala Internasional," kata Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar dr. I Wayan Sudana di Denpasar, Jumat.

Baca juga: Kemenparekraf gandeng IDI kembangkan wisata kesehatan

Baca juga: RS Sanglah sediakan 40 persen fasilitas tambahan untuk pasien COVID-19
 
Ia mengatakan bentuk dukungan dari Kemenkes, di antaranya berupa peralatan dan anggaran. "Tadi kan setelah meninjau akan didukung kurang lebih Rp200 miliar ya (dari Kemenkes)," katanya.
 
Selanjutnya, RSUP Sanglah menyiapkan SDM dan proposal terkait rencana pembukaan layanan kecantikan dan akan dipresentasikan lagi kepada pihak Kemenkes.

"Kami ingin begitu orang masuk sudah tahu kalau di sini kesannya adalah pelayanan bertaraf Internasional dan premium," katanya.
 
Pihaknya berencana merealisasikan pembukaan layanan kecantikan ini pada akhir tahun 2021. Saat ini masih dalam proses perencanaan, mulai dari mencari konsultan perencana, kemudian melakukan pengadaan untuk pembangunan fisik.
 
Ia mengatakan keberadaan layanan kecantikan ini sebagai bentuk upaya membantu agar Indonesia tidak kehilangan devisa negara. Sehingga, beberapa klinik kecantikan yang ada di Bali dapat menjadi rekan atau saling bekerja sama satu dengan lainnya dalam mewujudkan wisata kesehatan ini.
 
"Kalau di Korea klinik kecantikan tidak hanya satu, tapi banyak. Yang penting pilihan wisatawan itu ke Indonesia. Selanjutnya saling bekerja sama dalam pelayanan, karena tidak mungkin layanan kesehatan bisa memberikan semua layanan, pasti ada keterbatasan," tuturnya.
 
Sedangkan untuk penentuan tarif layanan, kata dia, belum ditentukan dan masih dalam tahap penyusunan.

Baca juga: RS Sanglah pastikan fasilitas dan SDM siap untuk vaksinasi COVID-19
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021