Mendes optimistis PPKM mikro mampu hambat penyebaran kasus COVID-19

Mendes optimistis PPKM mikro mampu hambat penyebaran kasus COVID-19

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam Rakor DRPPA dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Jakarta, Selasa (8/6/1021). ANTARA/Zubi Mahrofi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mampu menghambat penyebaran kasus COVID-19 di desa.

"Penanganan pandemi COVID-19 pada tingkat mikro mampu menghambat penularan COVID-19," ujar Mendes PDTT kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan awal pelaksanaan PPKM mikro di desa pada 17 Februari 2021, angka kesembuhan mencapai 60,3 persen, lalu meningkat hingga 98,4 persen pada 27 April 2021.

Baca juga: Mendes sebut data instrumen penting tentukan kebijakan pembangunan

"Sementara angka kematian di desa turun dari 6,8 persen menjadi 6,2 persen, bahkan pada 24 Februari 2021 di titik terendah 5,0 persen," paparnya.

Ia mengatakan kekuatan PPKM secara mikro terlihat dari pencatatan harian yang diselenggarakan dari level mikro yaitu RT, dan dilakukan oleh relawan yang tinggal di kawasan setempat.

Gus Menteri, demikian ia biasa disapa, mengatakan relawan desa turut membantu pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) pada PPKM mikro demi menekan kasus COVID-19.

"Relawan di desa turut membantu 'tracing' ketika ada warga desa yang positif COVID-19," ujar Abdul Halim Iskandar.

Ia menambahkan untuk testing dan treatment diselenggarakan bersama Puskesmas dan rumah sakit setempat.

Menurut dia, dana desa juga dapat digunakan untuk keperluan COVID-19, salah satunya melakukan testing besar-besaran di desa-desa yang masuk dalam zona merah.

"Dana desa juga digunakan untuk kampanye 3T dan 3M, serta treatment warga desa yang perlu dirujuk ke rumah sakit maupun menyediakan konsumsi saat isolasi di desa," paparnya.

Baca juga: Mendes PDTT janjikan honor pendamping lokal desa naik

Baca juga: Pendamping desa jadi faktor dominan dalam pembangunan desa

Gus menteri mengatakan hingga 17 Juni 2021, dana desa sebesar Rp4,27 triliun telah disiapkan untuk penanganan COVID-19 di desa.

Sementara itu, hingga 6 Juni 2021, sosialisasi protokol kesehatan COVID-19 diselenggarakan di 25.653 desa. Penyediaan tempat cuci tangan di tempat-tempat publik di 26.668 desa, dan penyemprotan disinfektan dilakukan di 23.216 desa.

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021