Dalam tiga bulan, Jakarta Timur evakuasi 10.509 pasien COVID-19

Dalam tiga bulan, Jakarta Timur evakuasi 10.509 pasien COVID-19

Pasien COVID-19 di wilayah Ciracas, Jakarta Timur dievakuasi menggunakan bus jemputan sekolah untuk diantar menuju kamar isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat sebanyak 10.509 pasien COVID-19 dievakuasi ke rumah sakit rujukan dalam tiga bulan terakhir di Jakarta Timur.

Kepala UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data sejak tanggal 7 April hingga 15 Juni 2021.

"Jumlahnya paling tinggi dibanding wilayah lain di Jakarta. 10.509 warga ini kita evakuasi ke RS rujukan dan tempat isolasi khusus sesuai permintaan pihak Puskesmas," kata Ali Murthado saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ali menjelaskan, dalam rentang waktu yang sama pihaknya juga mengevakuasi pasien COVID-19 di wilayah lain seperti Jakarta Pusat sebanyak 3.065 warga dan Jakarta Barat sebanyak 1.924 warga.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di RT 03/03 Cilangkap tersisa satu orang
Baca juga: Sekolah dijadikan tempat vaksinasi warga lansia di Jakarta Timur


Kemudian di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 7.521 warga, Jakarta Utara sebanyak 3.973 warga dan Kepulauan Seribu sebanyak 19 warga.

Ali mengatakan jumlah pasien COVID-19 yang dievakuasi pihaknya terus meningkat sejak Hari Lebaran 2021.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menambah jumlah personel dan juga unit bus untuk mengevakuasi pasien COVID-19.

"Untuk memenuhi permintaan kita tambah 26 unit bus evakuasi khusus pasien COVID-19. Sekarang total bus khusus evakuasi pasien COVID-19 42 armada dengan jumlah awak 90," ujar Ali Murthado.
Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021