Epidemiolog: PPKM mikro perlu diperkuat cegah lonjakan COVID-19

Epidemiolog: PPKM mikro perlu diperkuat cegah lonjakan COVID-19

Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo. ANTARA/HO-Dok. pribadi

Purwokerto (ANTARA) - Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo mengingatkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro perlu diperkuat guna mencegah lonjakan COVID-19.

"Penguatan PPKM mikro mendesak dilakukan untuk mencegah lonjakan COVID-19 mengingat dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus di sejumlah daerah," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa menurut data secara nasional, pada saat ini terdapat peningkatan kasus baru dan kasus aktif di beberapa provinsi.

"Untuk antisipasi lonjakan kasus, terlebih lagi pada saat ini terdapat kasus varian baru yakni varian Delta atau B1617.2, seperti contohnya di wilayah Kudus, Jawa Tengah, maka upaya antisipasi harus terus diperkuat," katanya.

Tujuannya, kata dia, agar kasus varian baru COVID-19 tersebut tidak menyebar ke kabupaten/kota lain yang ada di sekitarnya.

"Karena itulah maka menjadi sangat mendesak untuk memperkuat PPKM skala mikro guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19," katanya.

Baca juga: COVID-19 melonjak, Pontianak persiapkan PPKM Mikro secara ketat
Baca juga: Kasus melonjak, Bupati Indramayu-Jabar minta PPKM mikro ditingkatkan


Selain itu, kata dia, sosialisasi agar masyarakat terus meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan juga harus terus dilakukan.

"Tujuannya agar masyarakat terus meningkatkan kedisiplinan prokes, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Bahkan jika perlu dapat mempergunakan masker ganda yakni masker medis di sisi dalam dan masker kain di sisi luar," katanya.

Sementara itu, dia juga mengingatkan agar operasi tertib masker dan penegakan protokol kesehatan harus terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Operasi yustisi, operasi tertib masker dan penegakan protokol kesehatan perlu terus dilakukan secara intensif agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Untuk itu dia mengapresiasi langkah dari berbagai instansi seperti TNI/Polri hingga Satpol PP yang terus gencar melakukan operasi tertib masker.

"Operasi yustisi yang selama ini terus gencar dilakukan perlu diapresiasi dan perlu terus diperkuat," katanya.

Dia menyebutkan bahwa upaya tersebut akan sangat efektif bila dilakukan secara rutin dan masif.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Bogor kembali melonjak, Bupati minta warga waspada
Baca juga: Kasus aktif di Kudus melonjak 806, Polda Jateng siap bantu penanganan
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021