UT wisuda sarjana 17 pekerja migran di Singapura

UT wisuda sarjana 17 pekerja migran di Singapura

Tangkapan layar - Rektor UT, Prof Ojat Darojat MBus PhD, dalam upacara penyerahan ijazah yang dilakukan secara daring yang dipantau di Jakarta, Ahad(13/6/2021). ANTARA/Indriani

Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka melakukan wisuda dan penyerahan ijazah sarjana bagi 17 Pekerja Migran Indonesia yang berada di Singapura.

Ke-17 wisudawan pekerja migran tersebut berasal dari Program Studi Sastra Inggris bidang minat penerjemahan 10 orang, Prodi Manajemen empat orang, Prodi Akuntansi dua orang , dan dari Prodi Ilmu Komunikasi satu orang.

“Ini merupakan prestasi membanggakan, karena tidak mudah belajar sembari memiliki tanggung jawab untuk bekerja. Dibutuhkan kemauan yang kuat dan motivasi untuk menyelesaikan pendidikan,” ujar Rektor UT, Prof Ojat Darojat MBus PhD dalam upacara penyerahan ijazah yang dilakukan secara daring yang dipantau di Jakarta, Minggu.

Tiga wisudawan mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik yakni Niken Umaroh dengan IPK 3,41, Wahidah Istiqomah dengan IPK 3,41, dan Solekha dengan IPK 3,05. Mereka berasal dari program studi Sastra Inggris bidang minat penerjemahan.

Ojat menambahkan dalam menyelesaikan studi di UT bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh para wisudawan, membutuhkan perjuangan dan kerja keras karena sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di UT sangat berbeda dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi mahasiswa konvensional.

Baca juga: PMI di Hong Kong diusulkan dapat beasiswa Universitas Terbuka
Baca juga: Selama pandemi UT luluskan 50 mahasiswi pekerja migran di Hong Kong


“Kegigihan para lulusan UT yang telah berhasil menyelesaikan kuliah di Singapura ini merupakan ikhtiar luar biasa yang tidak bisa dilakukan semua orang. Keberhasilan wisudawan UT Singapura akan menjadi motivasi bagi para PMI di Singapura untuk mengikuti jejak mereka,” tambah dia.

Ojat menambahkan keberhasilan PMI di Singapura dalam menyelesaikan pendidikan sejalan dengan misi utama UT untuk menyediakan akses dan pemerataan pendidikan tinggi bagi seluruh WNI, termasuk yang berada di luar negeri.

“Lulusan UT diharapkan percaya diri dan siap dengan menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kemampuan pada bidang teknologi informasi komunikasi yang dimiliki. UT juga akan terus meningkatkan kualitasnya agar lulusan yang dihasilkan adalah SDM yang unggul dan berdaya saing,” jelas Ojat.

Saat ini, jumlah mahasiswa UT yang ada di luar negeri sebanyak 2.115 mahasiswa yang tersebar di 46 Negara dan di 69 Kota. Khusus mahasiswa UT yang terdaftar di Singapura sebanyak 171 mahasiswa.

Ojat menambahkan dibandingkan dengan jumlah PMI dan WNI yang berada di Singapura, jumlah mahasiswa UT ini masih terbilang kecil.

“Kami berharap lulusan UT yang mengikuti wisuda hari ini dapat mengajak teman-temannya sesama PMI untuk bergabung dan kuliah di UT,” imbuh Ojat.
Baca juga: 25 pekerja migran Indonesia di Hong Kong raih gelar sarjana

Pewarta : Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021