Sandiaga pastikan kebijakan bagi pelaku usaha parekraf tepat sasaran

Sandiaga pastikan kebijakan bagi pelaku usaha parekraf tepat sasaran

Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) mengunjungi rumah produksi kerajinan kulit CV Suasty di Kabupaten Badung, Bali, Jumat. ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

Badung (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dapat tepat sasaran.

"Kami akan pastikan kebijakan pemerintah akan tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan yaitu para pelaku UMKM yang sekarang sedang menghadapi tekanan yang luar biasa," ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi rumah produksi kerajinan kulit CV Suasty di Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Baca juga: OJK: Penguatan pengawasan pelaku usaha jasa keuangan lindungi konsumen

Bersamaan dengan persiapan pembukaan pariwisata di Bali bagi wisatawan mancanegara, saat ini Kemenparekraf memiliki tiga program konkret bagi UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk bagi pelaku usaha sektor parekraf di Pulau Dewata.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, program pertama tersebut adalah Bantuan Insentif Pemerintah yang diyakininya dapat membantu keuangan dari pelaku sektor UMKM.

Program kedua adalah Beli Kreatif Lokal yang dapat membuka akses pasar kepada wisatawan nusantara berbasis digitalisasi.

"Jadi kita harapkan program Beli Kreatif Lokal ini akan meningkatkan minat terhadap produk ekonomi kreatif kelas dunia yang dimiliki oleh pelaku ekonomi kreatif Bali," katanya.

Baca juga: Pemkab Pasaman Barat usulkan 8.000 pelaku usaha dapat BPUM

Program ketiga yang disiapkan adalah Work from Bali yang diperluas. Menurutnya, program tersebut tidak hanya akan dapat meningkat tingkat keterhunian (okupansi) hotel.

"70 persen daripada kegiatan Work From Bali ini diharapkannya dapat menopang usaha para pelaku ekonomi kreatif Bali. Itu yang kita harapkan," ungkap Sandiaga Uno.

Baca juga: Wamendag: Perlu dorongan pelaku usaha optimalisasi SRG

Pada kesempatan itu, Menparekraf juga mengapresiasi pemilik usaha CV Suasty yang tetap mempertahankan usaha produksi dompet dan tas berbahan kulit ular dan sapi itu di tengah pandemi COVID-19.

"CV Suasty ini masih bisa bertahan dari 15 karyawan sekarang jadi tujuh orang karyawan, tapi tetap semangat mengirimkan sampel-sampel (produk) ke luar negeri. Kita harapkan dengan rencana pembukaan pariwisata Bali, CV Suasty akan bisa mengambil peluang," ujar Sandiaga Uno.

Baca juga: Legislator: Sinergi BUMN ultra mikro tumbuhkan pelaku usaha kecil
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021