Greysia/Apriyani latih tanding lawan ganda putra jelang Olimpiade

Greysia/Apriyani latih tanding lawan ganda putra jelang Olimpiade

Ganda campuran bulu tangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjalani latihan teknik satu hari jelang pelaksanaan All England 2021 di Birmingham, Rabu. (dokumentasi PP PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala ganda putri Indonesia Eng Hian telah menyiapkan program latihan khusus bagi Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjelang Olimpiade Tokyo, salah satunya dengan menggelar sparring atau latih tanding melawan ganda putra.

Latih tanding melawan ganda putra disiapkan Eng Hian demi meningkatkan kecepatan dan kekuatan Greysia/Apriyani ketika tampil di Tokyo nanti.

“Jadi persiapan untuk Greysia/Apriyani dari dua pekan lalu saya masih fokus ke peningkatan strength  (kekuatan) dan endurance (ketahanan). Fokus stabilisasi daya tahan, konsistensinya untuk bermain dengan durasi yang lebih lama,” kata Eng Hian dikutip laman resmi PBSI, Rabu.

"Saya juga sudah menyiapkan menu sparring dengan ganda putra untuk menambah kecepatan dan kekuatan mereka," ujar dia menambahkan.

Baca juga: Greysia/Apriyani difokuskan jaga kondisi mental jelang Olimpiade Tokyo
Baca juga: PBSI legowo dengan keputusan BWF hentikan kualifikasi Olimpiade

Didi, sapaan akrab sang pelatih, menjelaskan bahwa anak didiknya itu sangat membutuhkan suasana latihan yang kompetitif guna menjaga kondisi mental mereka terutama setelah pembatalan turnamen-turnamen pemanasan jelang Olimpiade.

Ganda putri peringkat enam dunia itu tercatat mengikuti hanya tiga turnamen pada tahun ini, yakni Yonex Thailand Open, Toyota Thailand Open, dan BWF World Tour Finals 2020 yang digelar secara beruntun di Bangkok, Januari lalu.

Sayangnya, Greysia/Apriyani gagal bertanding di All England 2021 setelah seluruh tim Indonesia dipaksa mundur karena kedapatan satu pesawat dengan suspek COVID-19.

Sementara itu, Malaysia Open dan Singapura Open yang seharusnya menjadi dua turnamen terakhir sebelum ke Tokyo juga batal digelar karena meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di kedua negara itu.

Baca juga: Ganda putri PB Djarum boyong gelar juara Austrian Open 2021
Baca juga: Pasangan Adcock umumkan keputusan pensiun


“Pasti ada pengaruhnya pembatalan turnamen-turnamen itu, terutama untuk kondisi mentalnya. Sebagai atlet kan butuh suasana kompetisi untuk mencoba hasil latihan. Begitu juga pelatih, untuk bisa menilai hasil latihan ini efektif atau tidak. Tetapi nyatanya tidak ada ajang untuk melakukan itu," kata Didi.

"Selain itu, kami akhirnya tidak bisa terlalu membaca kekuatan lawan. Tapi berdasarkan hasil turnamen sebelumnya, tanpa mengecilkan negara lain, saya masih melihat persaingan tetap akan dari Jepang, China, dan Korea," tutup dia.

Olimpiade 2020 Tokyo berlangsung pada 23 Juli-8 Agustus. Namun, cabang bulu tangkis dijadwalkan digelar pada 24 Juli-2 Agustus di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo.

Baca juga: IOC realokasi slot Korea Utara yang absen di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Jepang pertimbangkan vaksinasi 70.000 relawan Olimpiade

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021