Batam target 50.000 warga divaksin COVID-19 dalam 10 hari

Batam target 50.000 warga divaksin COVID-19 dalam 10 hari

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan dalam vaksinasi COVID-19 di Batam, Rabu. ANTARA/HO-Dok Pemkot Batam.

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menargetkan 50.000 orang warga menerima vaksin COVID-19 dalam waktu 10 hari ke depan, demi menciptakan kekebalan tubuh komunal bagi masyarakat setempat.

"Pemkot Batam menargetkan dalam 10 hari ke depan paling tidak 50 ribu masyarakat harus sudah divaksin. Tujuannya tidak lain adalah untuk dapat menekan penyebaran COVID-19 tidak semakin meluas," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Rabu.

Oleh karena itu, ia terus mengajak seluruh warga setempat untuk menerima vaksin di tempat-tempat yang disiapkan pemerintah.

Pemkot Batam menggelar vaksinasi secara masif. Bahkan petugas vaksinator mendatangi pemukiman warga untuk memberikan imunisasi COVID-19.

Wakil Wali Kota meyakinkan masyarakat untuk tidak khawatir dengan vaksinasi COVID-19.

"Jangan ada keraguan lagi, vaksin ini aman sudah diuji oleh orang yang ahli di bidangnya. Jadi serahkan saja kepada ahlinya," kata dia.

Dalam kesempatan itu ia menyebutkan, apabila semakin banyak warga yang menerima vaksin, maka kemungkinan membuka perbatasan antarnegara semakin besar.

Baca juga: 192 pekerja migran dari Malaysia jalani karantina COVID-19 di Batam
Baca juga: Corona varian B117 menginfeksi seorang nenek berusia 60 tahun di Batam


Wakil Wali Kota menyatakan apabila 70 persen masyarakat Batam sudah divaksin, maka perbatasan dengan Singapura dapat dibuka secara terbatas melalui kebijakan gelembung perjalanan.

Dan jika perbatasan dibuka, maka industri pariwisata diyakini semakin menggeliat, ekonomi masyarakat pun bisa pulih kembali.

"Untuk bisa membuka travel bubble di Nongsa, syaratnya 70 persen masyarakat Batam harus sudah divaksin," kata dia.

Wakil Wali Kota juga mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol, dengan menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

Baca juga: 521 pekerja migran Indonesia masih jalani karantina di Batam
Baca juga: Dua gedung Asrama Haji Batam rawat pasien COVID-19 tanpa gejala
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021