India batalkan pakai kit sponsor China jelang Olimpiade Tokyo

India batalkan pakai kit sponsor China jelang Olimpiade Tokyo

Ilustrasi - Jembatan Pelangi dan Menara Tokyo bercahaya dengan warna Olimpiade untuk memperingati hitung mundur 100 hari menuju Olimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda ke tahun 2021 akibat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/hp/cfo.

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Olimpiade India (IOA) membatalkan menggunakan sepatu dan perlengkapan olahraga buatan China, Li Ning, sebagai mitra kit resmi dengan alasan sentimen publik yang berkembang di India dan menyatakan atlet-atlet negara itu tidak akan menggunakan sepatu bermerek selama Olimpiade Tokyo.

Perusahaan-perusahaan China menghadapi masalah di India sejak 20 serdadu India tewas dalam bentrok dengan pasukan China di perbatasan kedua negara yang dipersengketakan di Himalaya tahun lalu.

Baca juga: Bentrokan perbatasan, India sebut kepercayaan pada China terganggu

IOA saat itu memutuskan mengkaji kembali kaitan mereka dengan Li Ning yang akan habis kontrak setelah Olimpiade Tokyo.

IOA baru mengungkapkan kit Olimpiade buatan perusahaan China itu beberapa hari lalu namun Selasa kemarin memutuskanm mengakhiri kaitan tersebut demi menghormati "sentimen rakyat negeri ini."

"Kami mempedulikan emosi penggemar-penggemar kami dan kami sudah memutuskan bahwa kami akan memutuskan kontrak kami saat ini dengan satu sponsor seragam," kata Presiden IOA Narinder Batra dan Sekretaris Jenderal Rajeev Mehta seperti dikutip Reuters.

Baca juga: KOI gandeng Li-Ning untuk apparel kontingen Indonesia

"Atlet-atlet, pelatih-pelatih dan staf pendukung kita akan mengenakan seragam tidak ber-brand."

Perwakilan Li Ning di India enggan menanggapi masalah ini, sebaliknya IOA menyatakan tak ingin terganggu oleh masalah siapa yang membuat seragam mereka.

"Kami ingin atlet-atlet kami bisa berlatih dan berkompetisi tanpa harus menjawab pertanyaan soal brand seragam," sambung IOA. "Sebagaimana diketahui mereka semua sudah terdampak oleh pandemi selama satu seperempat tahun terakhir ini dan kami tak mau mereka terganggu."

Baca juga: IOC realokasi slot Korea Utara yang absen di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Anggota Komite Olimpiade Jepang kecam penyelenggara Olimpiade Tokyo
Baca juga: Ribuan relawan Olimpiade dilaporkan mundur

 
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021