Indef minta target investasi dinaikkan hingga Rp950 triliun

Indef minta target investasi dinaikkan hingga Rp950 triliun

Jalan Tol Bali Mandara, sebagai salah satu dari sembilan ruas tol yang disiapkan sebagai ruas tol yang berpotensi mengundang investor melalui Lembaga Pengelola Investasi atau LPI. ANTARA/HO-PT Jasa Marga.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan pemerintah bisa menaikkan target investasi dari Rp900 triliun menjadi Rp930 triliun hingga Rp950 triliun, seiring adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Tauhid mengatakan perubahan itu dapat dilakukan mengingat target realisasi investasi tahun ini yang sebesar Rp900 triliun diputuskan sebelum UU Cipta Kerja disusun dan LPI dibentuk.

“Seharusnya ada perubahan target investasi ketika kedua instrumen tersebut sudah ada sehingga bisa diukur dampaknya. Saya membayangkan ada perubahan target investasi 2021 menjadi Rp930 triliun sampai Rp950 triliun,” katanya kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Terlebih lagi, Tauhid menuturkan target investasi Rp950 triliun akan mampu dicapai dengan didukung adanya perubahan status dari badan menjadi Kementerian Investasi serta Perpres Satgas Investasi.

Ia menyebutkan sektor potensial untuk Penanaman Modal Asing (PMA) tetap berada di sektor yang berbasis sumber daya alam yakni perkebunan dan tambang sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih bisa difokuskan pada sektor jasa.

Ia menjelaskan investasi PMA dan PMDN masih relatif kecil jika dibandingkan dengan investasi masyarakat melalui kegiatan konstruksi maupun melalui investasi mesin dan peralatan yang justru lebih banyak.

Selain itu, ia mengatakan realisasi PMDN dan PMA akan tetap bergantung pada situasi pandemi COVID-19 sehingga pemerintah perlu mengendalikan kasus positif sebagai upaya meyakinkan investor.

Game changer nya adalah vaksinasi yang saya lihat masih sedikit. Ini perlu terus didorong. Apalagi saat ini kasus COVID-19 meningkat lagi,” ujarnya.

Ia melanjutkan sejauh ini perkembangan investasi di Indonesia sudah mulai membaik meskipun tren pada triwulan I-2021 sedikit meleset dari target namun masih normal karena masih adanya pandemi COVID-19.

Tauhid menuturkan dampak dari membaiknya investasi terhadap masyarakat baru akan terasa minimal enam bulan sampai satu tahun.

“Dampak investasi secara umum waktunya cukup lama minimal enam bulan sampai satu tahun baru mulai kelihatan dampaknya,” katanya.

Sebagai informasi, realisasi investasi pada triwulan I-2021 sebesar Rp219,7 triliun atau meningkat 4,3 persen dibandingkan triwulan I-2020 dan meningkat 2,4 persen dibandingkan periode triwulan sebelumnya.

Capaian realisasi investasi triwulan I-2021 yang mencapai Rp219,7 triliun tersebut berkontribusi sebesar 25,5 persen terhadap target nasional yaitu Rp900 triliun.

Baca juga: Bahlil: Target investasi 2022 naik, tapi anggarannya turun
Baca juga: Gubernur BI ungkap tiga alasan berinvestasi di Indonesia
Baca juga: Bahlil: Presiden Jokowi naikkan target investasi, jadi Rp1.200 triliun
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021