SMKN 47 Jakarta siap fasilitasi pelajar yang terkendala saat uji PAT

SMKN 47 Jakarta siap fasilitasi pelajar yang terkendala saat uji PAT

Pelajar SMK Negeri 47 Jakarta mengikuti mata pelajaran praktik program multimedia saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) gelombang kedua yang diadakan 9-24 Juni 2021, Rabu (9/6/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 47 Jakarta siap memfasilitasi siswa yang mengalami kendala peralatan selama mengikuti uji penilaian akhir tahun secara daring dengan tetap membuka sekolah.

"Kami sudah merencanakan daring tapi jika ada siswa tidak punya alat, misal ponselnya rusak, laptopnya rusak maka  kami tetap buka sekolah untuk memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan," kata Kepala SMK Negeri 47 Jakarta Suswati di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu.

Baca juga: Sudin Pendidikan Jaksel pastikan seluruh guru sudah divaksin

Menurut dia, pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) dijadwalkan berlangsung 14-21 Juni 2021.

Pelaksanaan ujian akhir itu bertepatan dengan pelaksanaan PTM gelombang kedua yang berlangsung 9-24 Juni 2021.

Adapun jumlah pelajar di SMK Negeri 47 itu yakni kelas X mencapai 251 orang, kelas XI sebanyak 250 orang dan kelas XII yang sudah lulus mencapai 247 orang.

Baca juga: PTM kedua di Jaksel diikuti siswa sebanyak 25 persen kapasitas kelas

Sementara itu, terkait pelaksanaan PTM perdana di sekolah itu, setiap kelas diisi sekitar 12 orang pelajar.

Sebelum masuk ke ruang kelas, mereka harus mengukur suhu tubuh, mengenakan masker dan membawa alat sanitasi tangan.

"Pelajar dalam satu kelas itu kami bagi tiga, masing-masing 12 orang," imbuhnya.

Baca juga: Sebanyak 37 sekolah di Jaksel selenggarakan PTM kedua

Para pelajar belajar tatap muka bergiliran sesuai izin dari orang tua pelajar dengan jadwal setiap Senin, Rabu dan Jumat dengan waktu belajar sekitar empat jam mulai 07.30 hingga 11.00 WIB.

Pembelajaran tatap muka, lanjut dia, juga diprioritaskan untuk kelas praktik langsung yang tidak memungkinkan dilakukan secara virtual.

Pihak sekolah, lanjut dia, sudah menyiapkan mitigasi apabila ditemukan pelajar atau tenaga pendidik yang positif COVID-19 yakni dengan menutup sekolah tiga hari dan melakukan pelacakan kontak erat.

Pihaknya juga bekerja sama tenaga medis di antaranya dengan PMI dan Puskesmas terdekat.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021