Kementerian Investasi minta tambahan anggaran Rp608,5 miliar di 2022

Kementerian Investasi minta tambahan anggaran Rp608,5 miliar di 2022

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp608,5 miliar untuk Kementerian Investasi/BKPM pada 2022.

Usulan tambahan anggaran itu disampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa, menyusul pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM tahun 2022 sebesar Rp711,51 miliar. Pagu tersebut turun 35 persen dari pagu alokasi BKPM tahun 2021 sebesar Rp1,089 triliun.

"Kami mengajukan usulan tambahan sebesar Rp608,5 miliar. Usulan ini sudah kami ajukan kepada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Bappenas, kami juga sudah melaporkan secara seksama hingga hari ini kami laporkan kepada pimpinan (Komisi VI). Besar harapan kami, surat (usulan) ini kiranya dapat dipahami dan dapat diperjuangkan bapak/ibu anggota Komisi VI," ungkap Bahlil.

Baca juga: Bahlil: Target investasi 2022 naik, tapi anggarannya turun

Bahlil menjelaskan, dari pagu indikatif 2022, anggaran sebesar Rp711,51 miliar akan dibagi menjadi dua program utama, yakni program dukungan manajemen sebesar Rp300,9 miliar dan belanja program sebesar Rp410,61 miliar.

Dengan alokasi anggaran tersebut, Kementerian Investasi/BKPM diminta Presiden Jokowi untuk bisa mencapai target investasi sebesar Rp1.100-Rp1.200 triliun. Target tersebut melebihi target di RPJMN 2020-2024 sebesar Rp968,4 triliun.

"Pada 2022, kita dikasih target, naiknya 30 persen. Kalau di RPJMN itu Rp968,4 triliun, arahan Bapak Presiden kepada kami harus mencapai Rp1.100-Rp1.200 triliun," kata Bahlil.

Investasi ribuan triliun itu dibutuhkan agar pertumbuhan Indonesia bisa mencapai kisaran di atas 5 persen. Realisasi investasi digenjot lantaran sektor konsumsi yang jadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi saat ini mandeg karena menurunnya daya beli.

Baca juga: Bahlil: Presiden Jokowi naikkan target investasi, jadi Rp1.200 triliun

"Karena grafik konsumsinya sudah agak stuck bahkan cenderung menurun akibat daya beli, maka yang dipompa adalah investasi. Jadi investasi akan kita dongkrak, naiknya kurang lebih 22-33 persen," imbuh Bahlil.

Merespon permintaan Bahlil, Komisi VI DPR RI pun mendukung usulan tambahan anggaran Kementerian Investasi/BKPM untuk 2022. Dengan demikian, usulan anggaran kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu menjadi Rp1,32 triliun.

Secara rinci, pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM tahun anggaran 2022 telah ditetapkan sebesar Rp711.513.546.000. Dengan usulan tambahan sebesar Rp608.500.000.000, maka total anggaran kementerian tersebut pada tahun depan menjadi Rp1.320.013.546.000 (Rp1,32 triliun).

"Komisi VI DPR RI mendukung pengajuan usulan tambahan anggaran Kementerian Investasi/BKPM tahun anggaran 2022 sebesar Rp608,5 miliar. Komisi VI DPR RI akan membahas masing-masing program secara detail dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)," kata pimpinan rapat Komisi VI Gde Sumarjaya Linggih saat menyampaikan hasil kesimpulan rapat.

 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021