Perluas portofolio, IIF biayai proyek rel kereta api

Perluas portofolio, IIF biayai proyek rel kereta api

Dokumentasi - Teknisi Kereta Api (KA) menjalankan Kepala Lokomotif di rel kereta jalan Poros Pakkae Soppeng, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga keuangan nonbank PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperluas sektor portofolio yang dimiliki melalui pembiayaan untuk proyek rel kereta api guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan konektivitas di tanah air.

Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah mengatakan kereta api merupakan salah satu angkutan massal untuk melayani kebutuhan masyarakat atas transportasi umum karena kemampuannya mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah banyak dengan waktu tempuh yang relatif singkat tanpa ada hambatan di sepanjang jalur rel.

"Moda seperti ini saat ini sangat diperlukan dalam mendukung mobilisasi masyarakat dan arus barang. Mengemban mandat sebagai katalisator dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan, IIF senantiasa mendukung untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujar Reynaldi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pada kuartal kedua tahun ini, IIF beserta dua institusi keuangan lain menandatangani perjanjian fasilitas dengan PT Celebes Railway Indonesia (CRI), selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP), dalam hal pemberian fasilitas pinjaman sindikasi untuk pembangunan dan pengembangan Proyek Jalur Kereta Api di Makassar – Parepare. Bagi IIF, proyek tersebut merupakan pionir dalam sektor kereta api dan transportasi massal dalam portofolionya.

Rel kereta api Makassar – Parepare sepanjang 142 km merupakan inisiasi pemerintah dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Merupakan bagian dari jaringan Kereta Api Nasional Trans-Sulawesi, proyek tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan dan distribusi pertumbuhan ekonomi nasional di Sulawesi. Proyek itu mendapatkan jaminan pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Selain itu, kesepakatan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan pada grup PTPP. Sebelumnya, IIF telah memberikan fasilitas pinjaman kepada salah satu grup PTPP, yakni PT PP Krakatau Tirta yang bergerak di bidang sistem penyediaan air minum.

IIF akan memberikan nilai tambah pada proyek melalui penerapan aspek sosial dan lingkungan. IIF menunjukkan kemampuannya dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip sosial dan lingkungan dengan kerja sama dalam sindikasi pembiayaan proyek perkeretaapian.

PT Indonesia Infrastructure Finance adalah lembaga keuangan swasta nonbank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan World Bank, Asian Development Bank (ADB) dan lembaga multilateral lainnya.

Dalam melakukan kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Baca juga: PP Infrastruktur-IIF tandatangani pembiayaan proyek air minum Gresik
Baca juga: PII-SMF dorong proyek skema KPBU untuk infrastruktur perumahan
Baca juga: Alokasi pembiayaan proyek lewat SBSN tahun ini Rp27,58 triliun
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021