Hyundai pangkas mesin pembakaran, investasi ke kendaraan listrik

Hyundai pangkas mesin pembakaran, investasi ke kendaraan listrik

Hyundai Kona EV. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Hyundai Motor Group akan memangkas jumlah model mesin pembakaran dalam jajarannya untuk berinvestasi ke kendaraan listrik, dua orang yang dekat dengan produsen mobil Korea Selatan itu mengatakan kepada Reuters.

Dilansir Reuters, Sabtu, langkah tersebut akan menghasilkan pengurangan 50 persen dalam model yang didukung oleh bahan bakar fosil, kata salah satu sumber, menambahkan bahwa strategi tersebut telah disetujui oleh jajaran pucuk manajemen pada Maret lalu.

"Ini adalah langkah bisnis yang penting, yang pertama dan terutama memungkinkan pelepasan sumber daya R&D untuk fokus pada yang lainnya, motor listrik, baterai, sel bahan bakar," kata sumber, tanpa memberikan kerangka waktu untuk rencana tersebut.

Hyundai mengatakan dalam email pada hari Kamis bahwa pihaknya mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan sel bahan bakar hidrogen dan kendaraan listrik.

Namun, mereka tidak secara khusus menjawab pertanyaan Reuters tentang rencananya untuk model mesin pembakaran.

Hyundai menambahkan pihaknya akan mencoba meningkatkan efisiensi jajaran kendaraan bermesin pembakaran internal di pasar negara berkembang.

Baca juga: Penjualan Hyundai April naik lebih 100 persen

Produsen mobil itu menambahkan bahwa pihaknya bertujuan untuk secara bertahap memperluas penawaran kendaraan listrik baterai di pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa dan China dengan target elektrifikasi penuh pada tahun 2040.

Hyundai Motor Group, yang menaungi Hyundai Motor Co, Kia Corp, serta Genesis menargetkan untuk menjual sekitar satu juta kendaraan listrik per tahun pada tahun 2025 untuk mencapai 10 persen pangsa pasar kendaraan listrik global. 

Menghadapi pengetatan target emisi CO2 di Eropa dan China, semua raksasa produsen mobil mempercepat peralihan mereka ke kendaraan listrik.

Biaya besar untuk mengembangkan motor listrik dan meningkatkan jarak tempuh aki mobil telah membuat beberapa orang mengatakan hari-hari mereka untuk berinvestasi pada mesin konvensional telah berakhir.

"Hyundai telah berhenti mengembangkan powertrains baru untuk mobil bermesin pembakaran internal," kata salah satu sumber.

PSA Group mengatakan pada November, sesaat sebelum bergabung dengan Fiat Chrysler untuk membentuk Stellantis, bahwa mereka tidak lagi berinvestasi dalam mesin pembakaran.

Daimler baru-baru ini mengubah mesin pembakarannya dan para eksekutif mengatakan bahwa generasi baru akan melihatnya melalui proses elektrifikasi.

Beberapa produsen mobil telah mengumumkan rencana untuk menggunakan listrik sepenuhnya, dengan Volvo Swedia, yang dimiliki oleh Geely China, mengatakan akan melakukannya pada tahun 2030.

Ford Motor Co mengatakan line-upnya di Eropa akan sepenuhnya bertenaga listrik.

Bagi Hyundai, langkah tersebut sangat penting karena memiliki salah satu rentang teknologi mesin dan transmisi terluas di industri.

Grup tersebut akan menyelesaikan strateginya untuk beralih ke semua model listrik dalam enam bulan ke depan, kata satu sumber.

Pada bulan April, Hyundai mengatakan akan memangkas jumlah model bensinnya di China menjadi 14 dari 21 pada 2025, sementara meluncurkan model listrik baru setiap tahun mulai 2022.

Pada bulan Februari, grup tersebut mengatakan tidak lagi dalam pembicaraan dengan Apple untuk mengembangkan kendaraan otonom.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan gagasan grup menjadi produsen kontrak untuk Apple menghadapi tentangan internal yang kuat.

Baca juga: Hyundai akan jual pabrik China buntut ketegangan politik

Baca juga: Korea Selatan recall 710 kendaraan karena kerusakan komponen

Baca juga: Hyundai Ioniq 5, lima menit isi daya bisa 100 km
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021