Menteri Basuki ingin manfaatkan jaringan 5G untuk sektor infrastruktur

Menteri Basuki ingin manfaatkan jaringan 5G untuk sektor infrastruktur

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono ingin memanfaatkan teknologi IT jaringan Internet 5G untuk konstruksi, operasional dan pemeliharaan infrastruktur.

"Kalau di sektor infrastruktur, kami ingin memanfaatkan teknologi IT bagi selama proyek konstruksi, operasional dan pemeliharaan infrastruktur," ujar Menteri Basuki di Depok, Jawa Barat, Jumat.

Menteri PUPR mengatakan, dalam konstruksi infrastruktur Kementerian PUPR menggunakan teknologi IT seperti teknologi Building Information Modelling (BIM) yang digabungkan dengan GPS.

Sedangkan untuk operasi dan pemeliharaan infrastruktur seperti jembatan-jembatan panjang harus ada sistem monitoring kesehatan struktur atau Structural Health Monitoring System (SHMS) yang harus seketika atau real time. Dalam hal ini Kementerian PUPR akan menggunakan jaringan 5G.

Sebelumnya Telkomsel telah menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) 5G dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI), Telkomsel secara resmi meluncurkan layanan Telkomsel 5G dengan mengusung tema “5G: Unlock the Future”.
Baca juga: Menkominfo minta operator seluler persiapkan matang 5G

Selain menegaskan posisinya sebagai operator seluler pertama yang menggelar jaringan 5G di Indonesia, melalui peluncuran ini Telkomsel juga memastikan layanan 5G sudah dapat digunakan

Telkomsel akan memaksimalkan pemanfaatan 5G untuk menghadirkan beragam produk dan layanan digital baru yang mampu mentransformasi kehidupan dan mengimplementasikan keunggulan jaringan 5G untuk lebih mendorong pertumbuhan konektivitas digital, platform digital, dan jasa digital di Indonesia serta pengembangan solusi teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan, cloud computing, dan Internet of Things.

Selain itu, Telkomsel juga akan mengoptimalkan pemanfaatan 5G untuk UMKM serta industri lintas sektor seperti kesehatan, logistik, manufaktur, pertanian, pertambangan, dan lain-lain, melalui solusi yang dapat memungkinkan cara kerja baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi. membuat produktivitas yang lebih tinggi dan inovasi yang lebih besar.

Baca juga: Indonesia akan butuh semua lapisan spektrum frekuensi untuk 5G
Baca juga: Indonesia bahas teknologi 5G dengan Uni Eropa
Pewarta : Aji Cakti
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021