Pemerintah sebut mulai terjadi tren kenaikan kasus aktif COVID-19

Pemerintah sebut mulai terjadi tren kenaikan kasus aktif COVID-19

Tangkapan layar - Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara dalam seminar virtualĀ (webinar) Mengukur Imunitas Pascavaksinasi: Urgensi dan Manfaat, Jakarta, Selasa (25/5/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube BLU Pusyantek BPPT/pri.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan mulai terjadi tren peningkatan kasus COVID-19 pascalibur panjang Hari Raya Idul Fitri 1442 H pada 13-16 Mei 2021.

"Selama 4 hari terakhir data menunjukkan kenaikan jumlah kasus baru yang lebih banyak dibanding jumlah kesembuhan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Selasa.

Padahal menurut Wiku, pada 11 hari terakhir yaitu dari 8-18 Mei 2021 kasus aktif turun yaitu sebanyak 11.489 kasus.

Baca juga: Kasus terkonfirmasi positif bertambah 5.060 kasus, sembuh 3.795 kasus

"Namun dalam 4 hari terakhir jumlah kasus aktif mengalami kenaikan yaitu sebesar 4.408 kasus," tambah Wiku.

Kenaikan kasus aktif nasional juga diikuti dengan kenaikan kasus aktif di 9 provinsi dalam 1 minggu terakhir yaitu di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Barat, NTB, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Gorontalo dan Maluku Utara. 

Baca juga: Satgas: Temuan vaksinasi ilegal wajib jadi refleksi pengawas

"Adanya perkembangan kasus aktif baik nasional dan beberapa provinsi juga didukung dengan peningkatan testing di pusat dan daerah," ungkap Wiku.

Per 23 Mei 2021 cakupan testing nasional memenuhi 112,2 persen dari standar WHO yaitu 302.931 orang atau tertinggi di Indonesia sejak pandemi.

Baca juga: Wiku: Alat ukur antibodi setelah imunisasi COVID-19 harus aman

Apalagi menurut Wiku masih terjadinya kenaikan tren mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan pada 6 hari setelah Idul Fitri pada hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Empat provinsi dengan kenaikan mobilitas tertinggi setelah Idul Fitri adalah Maluku Utara (40 persen), Sumatera Barat (36 persen), Jawa Tengah (35 persen) dan Gorontalo (35 persen).

"Meningkatnya mobilitas masyarakat bahkan setelah Idul Fitri perlu menjadi refleksi kita bersama bahwa penanganan COVID-19 tidak akan tercapai tanpa sinergi kuat dari seluruh lapisan masyarakat," tambah Wiku.

Baca juga: Satgas COVID-19: Pemda wajib ambil langkah preventif cegah penularan

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 25 Mei 2021, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 5.060 orang sehingga total kasus mencapai 1.786.187 orang dengan kasus aktif 94.486.

Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 3.795 orang menjadi 1.642.074 orang dan pasien meninggal dunia bertambah 172 orang sehingga totalnya 49.627 orang telah meninggal.

Baca juga: Prof Wiku : Perguruan tinggi berperan tangkal disinformasi COVID-19
 
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021