Ada dua kasus varian baru COVID-19, DKI lakukan langkah preventif

Ada dua kasus varian baru COVID-19, DKI lakukan langkah preventif

Petugas memeriksa dokumen kesehatan dari pemudik saat tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pengetatan pemantauan pergerakan penduduk secara dua lapis yang tiba di Jakarta guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Ibu Kota. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan langkah preventif terkait dua kasus varian baru virus corona B1617 dari India, yakni satu WNA asal India dan satu tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

"Sudah diumumkan Kemenkes ada dua kasus, satu WNA India dan satu nakes di DKI. Usaha preventif sudah sangat masif dengan dilakukan 'tracing' (penelusuran)," kata Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Bahkan sudah dilakukan vaksinasi juga di wilayah sekitar. "Jadi di wilayah 3T (testing, tracing, treatment) itu dilakukan," katanya.

Selain itu, Ngabila juga mengatakan pihaknya melakukan "tracing" dan "testing" terhadap kurang lebih 200 tenaga kesehatan dan pasien sebagai buntut dari seorang tenaga kesehatan terkonfirmasi positif COVID-19 dengan varian baru B1617 asal India.

"Sepertinya hampir 200 orang (di-tracing). Ada nakes dan ada pasien," ujar Ngabila.

Untuk WNA asal India, diketahui terpapar varian baru virus corona ini saat diisolasi begitu tiba di Jakarta. Saat ini sudah diisolasi di rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Jakarta.

Baca juga: Satgas minta ada penerapan mikro karantina jika kasus bertambah
Baca juga: Pemprov tidak larang pendatang baru masuk DKI Jakarta


Sementara untuk kasus tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta itu, Ngabila menjelaskan tidak berkaitan dengan WNA India dan diduga merupakan transmisi lokal.

Nakes tersebut diketahui terpapar varian virys corona dari India. Yang bersangkutan sudah divaksin COVID-19 dua dosis, namun yang bersangkutan tetap positif COVID-19.

"Yang kasus nakes (ketahuan) karena sudah divaksinasi dua kali, tapi masih positif makanya diperiksa lebih lanjut," kata Ngabila.

Penelusuran dan tes yang dilakukan itu, kata dia, masih dalam proses pengerjaan dan belum ada hasil lengkapnya.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan sejak Januari 2021 hingga 19 Mei 2021, terdapat 10 kasus positif COVID-19 di Indonesia yang tertular virus corona varian B1617 asal India. Dua kasus di Jakarta termasuk dalam 10 kasus varian B1617 asal India tersebut.
Baca juga: DKI: 75 persen pemudik tiba belum serahkan hasil tes COVID-19
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021