PUPR harap gerakan bangun rumah subsidi berkualitas bantu masyarakat

PUPR harap gerakan bangun rumah subsidi berkualitas bantu masyarakat

Ilustrasi deretan perumahan subsidi. ANTARA/HO-Kementerian PUPR.

Jakarta (ANTARA) - Pusat Pengelolaan dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR berharap gerakan membangun rumah subsidi berkualitas dapat memberikan kontribusi pemerintah kepada masyarakat.

"Gerakan ini diharapkan dapat memberi kontribusi pemerintah untuk masyarakat terutama dalam bentuk rumah bersubsidi," ujar Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Arief juga menambahkan bahwa untuk pelatihan 3.000 tenaga kerja manajemen konstruksi bagi pengembang akan dilaksanakan secara daring melalui 3 batch mengingat situasi pandemi sekarang.

"Kami menggunakan pelatihan reguler dengan modul eksisting dari bina konstruksi dan ditambahkan modul aplikasi berbasis IT untuk pelatihannya," katanya.

Pelatihan tidak dipungut biaya dan meskipun pelatihan dilaksanakan secara daring, materi yang diterima peserta akan sama layaknya pelatihan reguler.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencanangkan gerakan membangun rumah subsidi berkualitas sekaligus membuka pelatihan tersebut di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (18/05). Acara ini merupakan upaya Kementerian PUPR dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan program perumahan ini masih tetap menjadi prioritas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Gerakan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembiayaan perumahan oleh PPDPP, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI), Kementerian PUPR.

Bantuan tersebut meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Selain itu, penggunaan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPeTruk) juga turut mempermudah proses pembangunan rumah subsidi. Dengan aplikasi ini baik pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memastikan setiap proses konstruksi berjalan secara akuntabel dan transparan.

Baca juga: 1.500 rumah KPR subsidi untuk PNS Papua Barat mulai dibangun
Baca juga: Menteri PUPR: Harus dihilangkan persepsi rumah subsidi, rumah murahan
Baca juga: Menteri PUPR ingatkan teknologi IT alat bantu wujudkan rumah subsidi
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021