Ulama minta warga Aceh berdoa demi kemerdekaan Palestina

Ulama minta warga Aceh berdoa demi kemerdekaan Palestina

Api dan asap membubung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Jalur Gaza selatan (11/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa/aww.

Suka Makmue (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, Teungku Muhammad Khalid Al-Yoemla meminta kepada seluruh umat Muslim di Aceh agar berdoa demi kemerdekaan bagi Palestina sehinga warga Palestina bebas dari kekejaman  Zionisme Israel.

“Kami imbau  masyarakat Aceh selalu mendoakan agar Palestina segera merdeka dan diakui sebagai bangsa dan negara berdaulat dari penjajahan Israel,” kata Teungku Muhammad Khalid Al-Yoemla di Suka Makmue, Minggu.

Menurut dia, peperangan yang terjadi antara Palestina dan Israel harus segera diakhiri demi menegakkan kemerdekaan dan melindungi warga Palestina dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Baca juga: Indonesia usulkan langkah kunci hentikan agresi Israel di Palestina
Baca juga: MASIKA-ICMI kutuk tindakan tidak manusiawi di Palestina


Agar kemerdekaan bagi Palestina tersebut bisa terwujud, masyarakat di Aceh juga diimbau  mengirim doa Qunut Nazilah kepada umat Muslim di daerah tersebut.

Hal ini diharapkan agar warga Palestina selalu berada di dalam lindungan Allah SWT, serta peperangan di daerah tersebut  dapat segera berakhir dan kemenangan bagi Palestina, katanya.

“Sebagai ulama kami prihatin dengan kondisi Muslim Palestina saat ini, kami mengecam tindakan Israel yang terus-menerus membantai umat Muslim Palestina,” katanya menegaskan.

Ulama asal Aceh ini juga berterima kasih dengan sikap tegas Pemerintah Indonesia yang terus mendukung kemerdekaan Palestina, termasuk mendukung memperjuangkan kemerdekaan tersebut di Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ungkapnya.

Baca juga: BKSAP DPR kutuk aksi Israel terhadap Palestina
Baca juga: Indonesia akan terus dukung perjuangan Palestina: Menlu RI
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021