Busana kasual gaya futuristik hingga musim semi penuh bunga

Busana kasual gaya futuristik hingga musim semi penuh bunga

RAEGITAZORO di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021 di Gandaria City, Jakarta (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Berbagai gagasan yang diterjemahkan ke dalam rancangan busana muslim menghiasi panggung Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021 di Gandaria City, Jakarta bulan ini.

RAEGITAZORO menawarkan alternatif untuk pencinta mode yang mencari sesuatu yang unik lewat tampilan modest streetwear yang nyaman untuk dikenakan di dalam maupun luar rumah. Ciri khas rancangan ini adalah warna-warna neon dengan sentuhan futuristik yang seru.

Dalam keterangan resmi, dia mengatakan busana ini terinspirasi dari kondisi Jakarta yang beranjak bangkit dari pandemi dan mulai kembali menemukan keramaian dan hiruk pikuk seperti kota metropolitan pada umumnya.

Penggunaan bahan dalam koleksi kali ini didominasi oleh kain parasut ringan, tipis dan mampu menangkal air sehingga memberikan rasa aman bagi pemakainya dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti katun, semi wol, satin dan sutera.

Warna neon kembali ditonjolkan sebagai representasi dari keceriaan dan optimisme, dipadukan dengan warna gelap sebagai representasi dari kondisi pandemi yang belum sepenuhnya normal.

Ini adalah tahun ke-11 Raegita Oktora berkiprah di bidang fesyen. Pada 2015, Raegita bersama suami membentuk Raegitazoro.
Roemah Kebaya Vielga di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021 di Gandaria City, Jakarta (ANTARA/HO)


Hitam Berkilau Roemah Kebaya Vielga

Dalam pagelaran MUFFEST 2021, Roemah Kebaya Vielga mengambil tema “Fleuri Noir”yang berarti Hitam yang berkilau (bersemi) yang diambil dari masa pandemi gelap menuju waktu yang penuh cahaya. Bahan-bahan serba hitam dibalut dengan bordir penuh bunga yang meriah.

"Noir" alias masa kegelapan dipilih untuk mewakili kekhawatiran orang-orang di masa pandemi, bukan cuma soal kesehatan, tapi juga usaha yang serba tidak pasti. Ini juga dirasakan oleh mereka yang mengalami penurunan signifikan selama 2020.

Sedangkan tema Fleuri alias bersemi dipilih melambangkan harapan baik pada 2021 dari membaiknya kondisi perekonomian yang menjanjikan.

"Januari 2021 sampai April 2021 sudah menunjukkan geliat peningkatan yang siginifikan bagi usaha kami, aktivitas produksi sudah mulai kejar kejaran lagi seperti sebelum masa corona," kata Roemah Kebaya dalam siaran resmi.

Untuk koleksi kali ini, mereka menyertakan koleksi tiga siswa SMK Tata Busana dari SMK Jakarta yaitu SMK 38 Cililitan yang membantu menciptakan rancangan sejak Desember 2020 hingga April 2021.

"Selama menciptakan desain ini kami terus optimistis dengan menciptakan gambar motif yang cerah berwarna warni untuk menciptakan energi positif dalam setiap koleksi yang kami ciptakan sehingga aura kebahagiaan bisa terpancar dari yang memakai. Hitam yang berwarna, bagaimana di balik sebuah penderitaan selalu ada kebahagiaan yang menyertai."
Kayo by Fey Kayo di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021 di Gandaria City, Jakarta (ANTARA/HO)


Kayo by Fey Kayo

Kayo menerjemahkan bentok geometris ke dalam rancangan koleksi bergaya kasual dalam bentuk luaran, dress, hingga celana panjang.

Semua koleksinya bisa dipadupadan satu sama lain. Koleksi dengan sentuhan feminin ini dibuat dengan teknik aplikasi laser cut dan print, dikreasikan dengan bahan-bahan denim, organza,suede dan cotton didominasi dengan warna putih, biru muda dan coklat.

Baca juga: MUFFEST 2021 diharapkan bangkitkan sektor fesyen Bekasi

Baca juga: Batik tulis "ready to wear" hiasi panggung MUFFEST 2021

Baca juga: BLK Kendari tampilkan 12 busana tenun Sultra di Muffest Yogyakarta
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021