Pantai Ujung Pandaran ditutup cegah merebaknya virus B.1.617

Pantai Ujung Pandaran ditutup cegah merebaknya virus B.1.617

Wakil Bupati Irawati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kotawaringin Timur saat meninjau Pantai Ujung Pandaran, Selasa(11/5/2021). ANTARA/HO-Pemkab Kotim

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memutuskan menutup objek wisata Pantai Ujung Pandaran saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah untuk mencegah merebaknya penularan Corona, khususnya varian baru virus B.1.617 dari India yang sudah ditemukan ada di kabupaten ini.

"Penutupan Pantai Ujung Panaran untuk mencegah menyebarnya varian baru virus Corona karena tingkat penularannya lebih tinggi atau lebih cepat dibanding COVID-19," kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor di Sampit, Rabu.

Pantai Ujung Pandaran menjadi perhatian serius karena merupakan objek wisata andalan Kotawaringin Timur. Saat libur Lebaran, pantai yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit itu biasanya didatangi ribuan wisatawan lokal dan luar daerah.

Potensi kerumunan itulah yang dihindari untuk mencegah penularan COVID-19 maupun virus B.1.617 yang bermutasi dan tidak terkendali di India. Untuk itulah pemerintah daerah memutuskan menutup Pantai Ujung Pandaran.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten sempat memutuskan akan membuka objek wisata itu saat libur Lebaran, setelah mendapat masukan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Namun setelah mempertimbangkan kasus COVID-19 yang meningkat serta munculnya virus Corona varian B.1.617, Pemkab akhirnya memutuskan menutup objek wisata pantai tersebut.

Keputusan menutup diambil setelah dilakukan pengkajian, pertimbangan, serta pembahasan bersama instansi terkait.

"Jika dibuka Pantai Ujung Pandaran sangat rawan memicu penularan COVID-19. Jangan sampai malah memicu klaster baru, padahal kita sedang bekerja keras menekan penularan," jelas Halikinnor.

Meski menutup Pantai Ujung Pandaran, pemerintah daerah tetap membuka objek wisata lain, khususnya di dalam kota dengan pengawasan secara ketat untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

"Kuncinya adalah kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. Kalau kita semua mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, saya yakin penularan COVID-19 bisa terus ditekan, bahkan hingga berakhir," ujar Halikinnor.

Halikinnor meminta dukungan masyarakat agar pandemi virus Corona ini segera berakhir. Kegiatan ekonomi juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19 maupun varian baru virus Corona.
Baca juga: Wali Kota Palangka Raya minta warga tak panik masuknya virus B.1.617
Baca juga: Ketiga pasien COVID-19 varian B.1.617 sembuh
Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021