BPBD Solok Selatan: Korban longsor tambang emas tinggal satu orang

BPBD Solok Selatan: Korban longsor tambang emas tinggal satu orang

Lokasi tambang emas ilegal yang tertimbun longsor. ANTARA/HO-BPBD Solok Selatan/am.

Padang Aro (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumatera Barat, Richi Amran mengatakan berdasarkan keterangan warga setempat korban tambang emas yang masih tertimbun longsor tinggal satu orang.

"Sebelumnya banyak beredar informasi korban yang tertimbun 60 orang ada juga 50 orang sampai kami melakukan evaluasi dan evakuasi serta wawancara dengan masyarakat di lokasi ternyata yang hilang tinggal satu orang yaitu Siman warga Sampu," kata Richi di Padang Aro, Selasa.

Dia mengatakan pencarian satu orang ini kembali dilanjutkan Selasa ini dan tim sudah berada di lokasi.

Baca juga: Polda selidiki kasus longsor tambang emas ilegal di Solok Selatan

Untuk pencarian hari ini, juga dibantu oleh Basarnas sebanyak lima orang ditambah dari TNI dan Polri serta masyarakat setempat.

Dia menyebutkan pada Senin (10/5) pencarian korban menggunakan satu unit alat berat tetapi sorenya rusak karena ada yang bocor.

"Hari ini kami carikan alatnya sebab kalau dilakukan dengan manual sangat mustahil sebab batu besar-besar menutup lokasi longsor," ujarnya.

Baca juga: Delapan penambang ilegal tewas tertimbun longsor di Solok Selatan

Pencarian pada Senin (10/5) sebanyak 16 korban ditemukan, terdiri dari tujuh orang sudah meninggal dunia dan sembilan lagi keadaan luka-luka.

Sebanyak tujuh korban meninggal yang sudah ditemukan yaitu Yasril warga Sungai Padi Kecamatan Sangir, Buyung warga Bidar Alam Yuniadi alamat Abai Sangir, Ijal warga Sungai Rambutan.

Baca juga: Dua korban longsor tambang emas Solok Selatan ditemukan meninggal

Selanjutnya Siat warga Sungai Rambutan, Pam De warga Dharmasraya dan Catno warga Abai Sangir Kecamatan Sangir Batang Hari.

Sedangkan yang luka-luka yaitu Epi dan Deri warga Padang Air Dingin Kecamatan Sangir Jujuan, Tomi warga Timbulun, Nova warga Bumi Ayu Kecamatan Sangir dan Sito warga Sungai Rambutan Kecamatan Sangir.

Seterusnya Eka alamat Bumi Ayu dan Fajrul warga Liki Kecamatan Sangir serta Abit dan Mitro warga Abai Sangir Kecamatan Sangir Batang Hari.

Baca juga: Empat penambang emas tertimbun longsor di Solok Selatan ditemukan

 
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021