Australia mulai vaksinasi atlet Olimpiade

Australia mulai vaksinasi atlet Olimpiade

Petugas medis mengenakan APD dalam uji coba pelaksanaan pertandingan atletik untuk Olimpiade Tokyo di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu (9/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/foc.

Jakarta (ANTARA) - Australia mulai memberikan vaksin COVID-19 kepada para atlet untuk memberi mereka "kenyamanan dan kepastian" pada persiapan terakhir mereka menuju Olimpiade Tokyo.

Australia dinilai relatif lambat dalam meluncurkan vaksin kepada masyarakat umum tetapi atlet Olimpiade dan Paralimpiade telah diizinkan untuk melompati antrean sebelum mereka melakukan perjalanan ke Tokyo pada 23 Juli - 8 Agustus.

Mantan juara dunia perenang Cate Campbell termasuk di antara atlet yang divaksinasi di Queensland Academy of Sport di Brisbane, Senin.

Baca juga: Australia prioritaskan vaksin untuk atlet Olimpiade

"Ini beban yang sangat berat untuk memiliki akses mendapatkan vaksin ini," kata Campbell, yang memenangkan medali emas estafet gaya bebas berturut-turut pada Olimpiade 2012 dan 2016, dikutip dari Reuters.

"Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada AOC (Komite Olimpiade Australia) dan pemerintah federal yang mengizinkan kami memiliki perlindungan ekstra ini karena kami akan menghadapi situasi yang sangat tidak diketahui di Tokyo."

"Jadi ini adalah beban yang sangat berat di pundak semua orang."

AOC telah mendirikan pusat vaksinasi di ibu kota negara bagian Australia dan Canberra.

Lebih dari 2.000 atlet, pelatih dan ofisial yang direkomendasikan oleh AOC dan Paralimpiade Australia diharapkan menerima vaksin sebelum melakukan perjalanan.

Chief Executive AOC Matt Carroll mengatakan bahwa hal itu "jelas akan memberikan kenyamanan dan kepastian kompetisi kepada para atlet."

Baca juga: Wakil presiden IOC yakin Olimpiade Tokyo tetap berjalan

"Ini sangat membantu masyarakat Jepang juga, tentunya para atlet yang akan berangkat ke Tokyo dan juga untuk masyarakat Australia, para atlet akan pulang dengan sehat dan juga selamat."

Jepang telah memperpanjang keadaan darurat di Tokyo hingga akhir Mei dan sedang berjuang untuk menahan lonjakan kasus COVID-19, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah Olimpiade harus dilanjutkan.

Tingkat vaksinasi Jepang juga dinilai paling rendah di antara negara-negara maju lainnya.

Menurut Carrol, Presiden AOC, John Coates, yang juga merupakan orang yang ditunjuk oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk Olimpiade Tokyo, "sangat yakin" Olimpiade akan terus berjalan.

"Perdana Menteri Jepang telah mengatakan bahwa Olimpiade akan dilanjutkan dan mengatakan bahwa buku pedoman telah disiapkan untuk Olimpiade itu sendiri, dan untuk para atlet, serta untuk melindungi rakyat Jepang," tambah Carroll.

"Ya, IOC sedang melakukan beberapa pekerjaan... untuk menjelaskan dengan sangat baik kepada publik Jepang bahwa risiko mereka sangat rendah di Olimpiade."

Baca juga: Pemerintah Jepang berupaya perpanjang status darurat hingga 31 Mei
Baca juga: Presiden IOC mungkin sulit kunjungi Jepang karena darurat diperpanjang
Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021