Doni Monardo harap dunia usaha sensitif situasi pandemi nasional

Doni Monardo harap dunia usaha sensitif situasi pandemi nasional

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo (kedua kanan) berbincang dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri (kedua kiri) dan Sekda Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja (tengah) saat meninjau posko penyekatan larangan mudik di gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengharapkan dunia usaha maupun event organizer sensitif terhadap situasi pandemi COVID-19 nasional.

"Kami juga berharap dunia usaha sensitif, para event organizer juga, harus tahu situasi nasional. Kita menyadari bahwa ini sangat sulit, tapi kalau ini diatur dengan baik, semuanya bisa," ujar Doni dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Rabu.

Doni menegaskan kerumunan di tengah pandemi dapat dikendalikan, jika ada kesiapan dan antisipasi pihak berwenang.

Baca juga: Bima Arya sebut mal-pasar bisa ditutup sementara jika ada kerumunan
Baca juga: Picu kerumunan, satu toko di Mall Thamrin City ditutup sementara


Mengutip ujaran Presiden Joko Widodo, Doni mengatakan semua urusan yang berhubungan dengan pengendalian adalah upaya pencegahan, atau upaya mitigasi.

Sehingga, kehadiran para pimpinan daerah di tempat-tempat keramaian dinilai penting dalam upaya pengendalian tersebut, dan sebaiknya jangan sampai terlambat dilakukan.

"Buktinya ketika pasar Tanah Abang terjadi penumpukan massa pada Sabtu lalu, dan kami menghubungi para pejabat di pemerintahan DKI dan juga jajaran TNI-Polri. Setelah itu pada hari Minggu, para pimpinan ke lapangan, Gubernur, Kapolda dan Pangdam," ujar dia.

Doni juga meminta masyarakat agar dapat memberikan informasi sebelum terjadinya kerumunan seperti adanya konser musik, ada pertemuan besar, kepada Satgas PPKM mikro di tingkat desa maupun kelurahan.

"Mereka pasti akan datang untuk mengingatkan para penyelenggara agar kalau masih bisa ya dibatalkan, atau kalau tidak ya diatur yang baik. Kalau pengaturannya bagus itu tidak akan masalah. Tapi kalau pengaturannya tidak dikatakan bagus dan nanti ada kerumunan, maka berpotensi satu sama lainnya akan saling menulari," ujar Doni.

Baca juga: Jakarta Selatan gandeng TNI-Polri antisipasi kerumunan pasar dan mal
Baca juga: Wali Kota Makassar ancam tutup Mal Panakukang karena langgar prokes

 
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021