Pimpinan DPRD DKI dukung integrasi transportasi umum di Jakarta

Pimpinan DPRD DKI dukung integrasi transportasi umum di Jakarta

Petugas mengarahkan calon penumpang menggunakan mesin tiket otomatis di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1/2021). Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Syahbandar berharap sistem integrasi tiket dan pembayaran angkutan massal di wilayah Jabodetabek dapat terwujud pada 2022 melalui suatu subholding perusahaan yang mengelola tiket bagi MRT, LRT, KRL dan Transjakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mendukung rencana integrasi transportasi umum di Ibu Kota mulai Agustus 2021.

"Transportasi memang harus saling terintegrasi, sehingga orang hanya dengan satu tiket bisa naik angkutan umum semuanya, bahkan dari 'feeder' (pengumpan) kampung pakai angkot (angkutan kota), ke TransJakarta sampai gunakan MRT. Di kota-kota besar dunia juga sudah seperti itu, makannya kami dukung integrasi itu," kata Taufik saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, Taufik menegaskan bahwa pengawasan terhadap protokol kesehatan dan pembatasan harus diutamakan demi menciptakan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Kuncinya adalah pembatasan dan kesadaran dari kita juga, jangan sampai abai, kalau tidak kita akan memiliki keadaan seperti India. Jika kita bisa melakukannya, naik kendaraan umum di Jakarta InsyaAllah aman," ucapnya.

Sebelumnya, PT JakLingko menargetkan integrasi sistem transportasi publik di DKI Jakarta bisa terlaksana pada Agustus 2021.

Baca juga: JakLingko targetkan integrasi transportasi DKI Jakarta Agustus 2021

"Langkah awalnya adalah melakukan integrasi sistem pembayaran, tarif dan rute antarmoda transportasi di DKI Jakarta dan sekitarnya yang ditargetkan pada fase pertama, diharapkan dapat terlaksana pada pertengahan Agustus 2021," kata Corporate Secretary PT JakLingko Indonesia Ahmad Rizalmi dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5).

Pada fase pertama ini juga akan diluncurkan pembayaran berbasis "QR Code" yang terintegrasi melalui JakLingko Smart Apps dan juga JakLingko tiket dalam bentuk kartu (smart card).

Di Smart Apps ini akan terdapat fitur untuk memilih titik keberangkatan dan titik tujuan. Dari dua titik ini akan diberi rekomendasi transportasi yang tersedia.

Setelah muncul rekomendasi moda transportasi yang akan digunakan, disusul kemudian akan muncul rincian biaya serta estimasi kedatangan dan ketibaan di tempat tujuan.

Dari pilihan yang disajikan, pengguna akan bisa memilih moda transportasi yang akan digunakan. Setelah itu akan muncul "QR Code" yang bisa dipakai untuk pembayaran semua moda transportasi yang dipilih.

Baca juga: TransJakarta-LinkAja kolaborasi integrasikan pembayaran tiket digital

Kemudian di fase kedua triwulan ke-I tahun 2022 akan dimulai penerapan "Mobility as a Services". Untuk itu akan dilakukan pengembangan mobilitas sebagai aplikasi layanan dengan integrasi operator angkutan umum juga lebih lanjut dengan angkutan daring (online) eksternal.

Kemudian di triwulan ke-III tahun 2022 akan diimplementasikan “Account Based Ticketing”, yakni transformasi dari arsitektur yang berpusat pada kartu, menjadi arsitektur berbasis akun.

Dengan implementasi tiket berbasis akun, pengguna akan lebih mudah menggabungkan semua saldonya dan melalui tiket berbasis akun ini akan mendapatkan profil pengguna yang nantinya akan digunakan sebagai tarif khusus untuk beberapa pengguna seperti lanjut usia (lansia), pelajar ataupun turis dan masih banyak lagi.

Untuk mengintegrasikan moda transportasi publik bukanlah perkara mudah, lantaran akan melibatkan banyak hal, mulai dari integrasi fisik seperti integrasi antara halte dan stasiun, kemudian integrasi rute, integrasi jadwal, sampai terakhir integrasi pembayaran dan data.

Baca juga: Jak Lingko jadi perusahaan pengelola tarif angkutan di Jakarta
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021