Bursa Australia dibuka lebih tinggi terangkat saham Westpac

Bursa Australia dibuka lebih tinggi terangkat saham Westpac

Ilustrasi - Bursa saham Australia. ANTARA/REUTER/aa.

Beijing (ANTARA) - Saham-saham Australia menguat pada awal perdagangan Senin pagi, didorong oleh keuntungan pemberi pinjaman terbesar kedua di negara itu Westpac Banking Corp setelah membukukan laba yang optimis, tetapi kenaikan dibatasi oleh kerugian pada penambang dan perusahaan energi karena harga-harga komoditas turun.

Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,5 persen menjadi 7.059,50 poin pada 0034 GMT.

Persentase keuntungan teratas adalah Charter Hall Group yang naik 1,14 persen, diikuti oleh Ampol Ltd naik 1,06 persen dan Blackmores Ltd naik 1,06 persen.

Baca juga: Beach Energy seret saham Australia jatuh, Mesoblast batasi kerugian

Saham sektor keuangan adalah persentase keuntungan terbesar, menambahkan sekitar 1,5 persen, dengan Australia and New Zealand Banking Group dan Commonwealth Bank of Australia masing-masing naik 0,5 persen.

Westpac melonjak sebanyak 4,4 persen, setelah melaporkan lonjakan hampir tiga kali lipat dalam laba tunai di paruh pertama, dan menyusun rencana tiga tahun untuk memangkas biaya.

Penambang turun 0,4 persen dipimpin oleh De Grey Mining Ltd yang merosot 1,4 persen, diikuti oleh Aurelia Metals, kehilangan 1,2 persen.

Di antara penambang emas, Andromeda Metals melonjak 8,9 persen, sedangkan Calidus Resources meningkat 2,63 persen.

Baca juga: Saham Asia awali pekan ini dengan melambat menjelang banjir data AS

Sub-indeks energi turun 0,7 persen, dengan Oil Search dan Woodside Petroleum masing-masing turun 1,6 persen dan 0,6 persen. Harga minyak turun pada Jumat (30/4/2021) di tengah kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar di India akan terpengaruh oleh melonjaknya infeksi COVID-19 dan akibat penguncian.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik sebanyak 0,4 persen menjadi 12.776,60 poin, mencapai level tertinggi sejak 18 Februari dan naik untuk sesi keempat berturut-turut.
 
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021