Warga Mukomuko-Bengkulu kontak erat dites usap malam hari

Warga Mukomuko-Bengkulu kontak erat dites usap malam hari

Sejumlah warga Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19 menjalani tes usap, Kamis (29/4/2021) malam. ANTARA/HO-Pemkab Mukomuko.

Mukomuko, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir menggelar tes usap (swab) terhadap puluhan warga yang kontak erat dengan pasien positif  COVID-19 pada malam hari.

“Kami menggelar tes usap malam hari karena warga yang minta tes usap itu diadakan pada malam hari,” kata Kasi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Izharudin di Mukomuko, Jumat.

Ia mengatakan hal itu terkait dengan kegiatan pengambilan sampel tes usap terhadap sebanyak 76 orang warga yang kontak erat dengan pasien COVID-19 di tiga desa daerah ini.

Ke-76 orang warga yang menjalani tes usap tersebut, sebanyak 25 orang warga Desa Tunggal Jaya, 35 orang warga satuan pemukiman (SP) V Desa Tirta Makmur, 16 orang warga SP satu Desa Manjuto Jaya.

Ia menyatakan, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan dan puskesmas siap mengambil sampel tes usap terhadap warga yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19 itu, baik pada siang hari maupun malam hari.

“Kalau kami ini siap memberikan pelayanan kesehatan termasuk pengambil tes usap terhadap warga ini kapan pun waktunya, baik siang hari maupun pada malam hari,” katanya.

Selanjutnya sampel tes usap milik puluhan warga yang kontak erat dengan pasien COVID-19 di wilayah ini akan dikirim ke laboratorium kesehatan daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Ia menyarankan kepada warga yang sudah menjalani tes usap agar menjalani isolasi mandiri guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona penyebab COVID-19 di daerah ini.

Kemudian, katanya, petugas Dinas Kesehatan bersama dengan tenaga kesehatan di puskesmas masih melakukan pendataan warga di wilayah ini yang kontak erat dengan pasien COVID-19.

Petugas kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 di tingkat kecamatan melakukan pengawasan untuk memastikan warga yang telah menjalani isolasi tidak berkeliaran sampai hasil tes usap keluar, demikian Izharudin.

Baca juga: Angka kematian pasien COVID-19 di Mukomuko tertinggi

Baca juga: Belasan dokter spesialis RSUD Mukomuko mogok kerja

Baca juga: Riwayat kontak pasien COVID-19 wafat di Mukomuko-Bengkulu ditelusuri

Baca juga: Vaksinasi nakes di Mukomuko capai 982 orang


 
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021