NTB gelar Pesona Khazanah Ramadhan 1442 H

NTB gelar Pesona Khazanah Ramadhan 1442 H

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat melihat hasil kerajinan dari UMKM di NTB pada Pesona Khazanah Ramadhan 2021 di halaman Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Kamis (22/4/2021). (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pariwisata dan didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan tahunan Pesona Khazanah Ramadhan 2021.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan tujuan kegiatan ini untuk membangkitkan perekonomian di masa pandemi COVID-19 khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di NTB, sekaligus mempromosikan destinasi wisata halal Pulau Seribu Masjid.

"Untuk bisa menyelamatkan kehidupan kita dalam kondisi yang sulit saat ini harus betul betul kita fikirkan bagaimana keberpihakan kita pada seluruh produksi produksi NTB baik dari makanan, pakaian dan dari apa saja yang disiapkan dan disediakan itulah yang kita konsumsi," ujar Rohmi saat membuka kegiatan Festival Pesona Khazanah Ramadhan 2021 di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Kamis.

Baca juga: PLN NTB siagakan 935 personel amankan pasokan listrik selama Ramadhan

"Insya Allah Festival Pesona Khazanah Ramadhan ini sukses dan tetap ingat semua harus dalam protokol kesehatan," lanjutnya

Acara tahunan Pesona Khazanah Ramadhan dilaksanakan selama bulan Ramadhan tersebut mengangkat tema pengembangan ekonomi kreatif yang bertujuan untuk mengenalkan dan membuka kembali pasar hasil kerajinan dan produk lokal asli NTB di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal, mengakui di tengah situasi pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret tahun lalu, pengembangan pariwisata khususnya ekonomi kreatif membutuhkan upaya-upaya ekstra.

Baca juga: Livestreaming, Kain tenun NTB dipamerkan di Pesona Khazanah Ramadhan

Untuk itu, sebagai rangkaian program tersebut pihaknya juga memberikan pelatihan untuk penguatan produk dan branding pada 50 unit usaha kreatif yang tersebar di seluruh NTB. Terutama untuk memenuhi 17 kriteria ekraf yang ada seperti desain interior, desain produk, kriya, kuliner, fesyen dan lain-lain.

Menurut Faozal, sektor ekraf perlu menjadi perhatian karena nilai tambah yang diberikannya pada produk-produk pariwisata NTB. Dicontohkan seperti produk kopi dan ketat yang telah memiliki tempat hingga masuk dalam pasar ekspor ke luar negeri.

Karena itu mulai 19-24 April ini semua pelaku usaha untuk kurasi dikumpulkan guna membahas skenario bisnis. Kemudian 24-25 April bisa mengikuti temu bisnis untuk membahas pengembangan usahanya.

Baca juga: ACT dampingi ulama Palestina dakwah Ramadhan di NTB

Pesona Khazanah Ramadahan digelar dengan konsep hybrid di area Lapangan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB pada 19 April - 22 Mei mendatang. Di mana pembukaan kegiatan tersebut dilakukan pada 22 April, diikuti dengan dibukanya Crative Hub Bazzar Ramadhan yang menghadirkan seluruh produk ekraf yang ada di NTB.

Kemudian pada 29 April digelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an, dan pada 1 Mei digelar Moeslim Fashion Industri dan podcast Ramadhan.

"Kegiatan ini kita harapkan menjadi perhatian. Karena kita ingin industri fashion kita yang sudah berkembang bisa mendapat tempat, terutama untuk menjadikan NTB ini pusat fesyen muslim di Indonesia," katanya.

Baca juga: ACT dampingi ulama Palestina dakwah Ramadhan di NTB
Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021