Bamford sesali kritik rasisme tak semasif penolakan Liga Super Eropa

Bamford sesali kritik rasisme tak semasif penolakan Liga Super Eropa

Penyerang Leeds United Patrick Bamford saat tampil menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Leeds, Inggris, Senin (19/4/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Paul Ellis)

Jakarta (ANTARA) - Penyerang Leeds United Patrick Bamford mengaku tidak mendukung Liga Super Eropa, yang pembentukannya disambut gelombang kemarahan para penggemar sepak bola serta otoritas berwenang seperti FA dan UEFA, tetapi menyayangkan respon serupa tidak terlihat ketika olahraga itu dijangkiti rasisme.

Bamford dan rekan-rekannya memperlihatkan langsung penolakan mereka terhadap Liga Super Eropa saat menghadapi salah satu tim pendiri kompetisi tengah pekan tandingan Liga Champions tersebut, yaitu Liverpool.

Bamford dkk mengenakan kaus bersematkan logo Liga Champions dengan pesan bertuliskan "UEFA CHAMPIONS LEAGUE: EARN IT. FOOTBALL IS FOR THE FANS" saat pemanasan jelang lanjutan Liga Inggris yang berakhir imbang 1-1 di Elland Road, Senin waktu setempat (Selasa WIB).

Baca juga: Protes anti Liga Super Eropa warnai laga Leeds vs Liverpool
Baca juga: Liverpool diimbangi Leeds di tengah kisruh Liga Super Eropa


"Saya pikir, secara pribadi dari apa yang saya lihat di Twitter dan banyak pemberitaan, tak satu pun penggemar sepak bola menyuarakan kebahagiaan soal keputusan ini," kata Bamford selepas laga kepada Sky Sports.

"Dan saya pikir, sepak bola pada akhirnya tentang penggemarnya, tanpa suporter semua klub tidak ada artinya. Maka penting bagi kami untuk memperlihatkan pendirian bahwa sepak bola adalah untuk penggemarnya dan kami ingin itu tetap terjaga," ujarnya menambahkan.

Kendati menyuarakan penolakan terhadap Liga Super Eropa dan dukungan terhadap reaksi para suporter atas kompetisi tersebut, Bamford sedikit menyayangkan level respon yang sama tidak terjadi atas masalah lain dalam sepak bola seperti rasisme.

Baca juga: Klopp berharap pemain tidak jadi sasaran kemarahan Liga Super Eropa
Baca juga: Soal Liga Super Eropa, Milner: saya tidak menyukainya


"Sungguh luar biasa, apa yang mereka katakan, saya tidak bisa memahaminya," katanya.

"Begitu luar biasa besaran kemarahan yang terjadi di sekitar olahraga ini ketika kantung seseorang terancam, sayangnya itu tidak berlaku sama untuk banyak masalah di sekitar olahraga ini, seperti rasisme," pungkas Bamford.

Baca juga: Pakar keuangan olahraga yakin Liga Super Eropa rugikan klub-klub kecil
Baca juga: UEFA ancam larangan kompetisi klub yang terlibat European Super League
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021