Menkes Jerman desak negara bagian untuk perketat pembatasan COVID-19

Menkes Jerman desak negara bagian untuk perketat pembatasan COVID-19

Petugas kepolisian mengeluarkan pengunjuk rasa dari sebuah restoran di pusat perbelanjaan karena dia tidak mengenakan masker pelindung selama protes terhadap pembatasan virus corona (COVID-19) pemerintah di Kassel, Jerman, Sabtu (20/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Thilo Schmuelgen/WSJ/sa. (REUTERS/THILO SCHMUELGEN)

Berlin (ANTARA) - Menteri Kesehatan Jens Spahn mendesak 16 negara bagian di Jerman untuk segera memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk mencoba memperlambat gelombang ketiga virus corona, dan tidak menunggu sampai undang-undang nasional tentang tindakan itu disahkan.

Desakan itu disampaikan pada Kamis, saat infeksi COVID-19 melonjak sebanyak 29.426 kasus menjadi total 3.073.000 kasus, peningkatan terbesar sejak 8 Januari. Jumlah kematian yang dilaporkan naik 293 menjadi 79.381, berdasarkan data dari Robert Koch Institute (RKI).

"Kami tahu dari musim gugur lalu apa yang terjadi ketika kami tidak bertindak cepat," kata Spahn kepada wartawan, Kamis.

Ia menambahkan bahwa dokter memperkirakan sekitar 6.000 pasien akan berada dalam perawatan intensif pada akhir bulan.

Presiden RKI Lothar Wieler menggambarkan situasi di rumah sakit "dramatis" dan meminta para politisi untuk mengambil tindakan untuk memecahkan gelombang ketiga infeksi saat ini.

Jerman sedang bergulat dengan varian COVID-19 yang lebih menular lima bulan sebelum pemilihan nasional, di mana kaum konservatif Kanselir Angela Merkel diperkirakan akan menderita kerugian besar.

Frustrasi oleh kegagalan beberapa daerah untuk menerapkan pembatasan yang lebih ketat meskipun kasus meningkat, Merkel ingin parlemen memberikan pemerintah federal kekuasaan sementara untuk memberlakukan penguncian virus corona di daerah dengan infeksi tinggi.

Pada Kamis, Wakil Rektor Olaf Scholz membela perubahan Undang-Undang Perlindungan Infeksi, yang mencakup jam malam setelah insiden virus selama tujuh hari melebihi 100 per 100.000.

"Ini telah membantu di mana-mana, telah dilakukan di banyak negara di seluruh dunia, dan telah menurunkan tingkat insiden," kata dia kepada televisi ARD, menambahkan bahwa sesuatu harus dilakukan untuk membatasi penyebaran virus.

Spahn mengatakan kampanye vaksinasi Jerman semakin cepat. Sekitar 20 persen dari populasi Jerman akan diberikan sedikitnya dosis pertama pada akhir April dan semua orang dewasa harus diberikan suntikan pada akhir musim panas.

Meskipun demikian, Spahn memperingatkan bahwa dibutuhkan waktu hingga kuartal ketiga untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap COVID-19.

Sumber: Reuters
Baca juga: Merkel tekan negara bagian Jerman untuk tegas soal pembatasan COVID
Baca juga: Merkel sebut Jerman akan perketat pembatasan COVID-19
Baca juga: Jerman berencana buka seluruh toko, izinkan pertandingan sepakbola
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021