Kepala BNPB tinjau pembangunan pemecah ombak di Pantai Padang Sumbar

Kepala BNPB tinjau pembangunan pemecah ombak di Pantai Padang Sumbar

Kepala BNPB Doni Monardo bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meninjau pembangunan pemecah ombak di Pantai Padang. (ANTARA/Dokumentasi Humas Sumbar)

Padang (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau pembangunan pemecah ombak untuk mengatasi abrasi pada tiga titik di Pantai Padang, Sumatera Barat.

"Pemecah ombak ini usulan dari Pemprov Sumbar yang kita respons karena kebutuhannya memang mendesak. Kita berharap ini bisa mengatasi persoalan abrasi di Pantai Padang," kata Doni di Padang, Kamis.

Ia mengatakan untuk pembangunan pemecah ombak itu, BNPB menggelontorkan anggaran sebesar Rp19 miliar masing-masing untuk penanganan abrasi pantai titik lokasi Masjid Al-Hakim, Pantai Tugu Merpati Perdamaian dan Pantai Pasir Jambak.

Baca juga: Doni Monardo ingatkan COVID-19 masih ada, masyarakat jangan lengah

Doni menyebutkan selain pemecah ombak untuk solusi jangka pendek, perlu juga didampingi dengan penanaman vegetasi di sepanjang pantai untuk mengurangi kuatnya hantaman gelombang.

Ia menyebutkan beberapa vegetasi yang cocok untuk pantai di Sumbar di antaranya jenis pohon pinago, pohon waru, ketapang, cemara udang dan beringin.

"Semakin banyak tanaman di pantai akan membuat pantai semakin tahan abrasi dan arah ke laut juga nanti akan bertambah pasirnya secara alami," katanya.

Baca juga: BNPB : Warga pesisir Sumbar tetap waspadai potensi gempa dan tsunami

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas perhatian BNPB yang diberikan pada Sumbar. Dengan bantuan anggaran dari pusat, abrasi parah yang terjadi pada beberapa titik di Pantai Padang bisa teratasi.

Beberapa waktu sebelumnya abrasi merusak pondasi Tugu Merpati Perdamaian di Pantai Padang yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Monumen itu nyaris roboh dihantam gelombang laut.

Baca juga: Tim sosialisasi dipersiapkan untuk relokasi rumah terdampak bencana

Namun dengan pembangunan pemecah ombak, kondisi monumen tersebut bisa diselamatkan dan diperkuat kembali.

Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan pihaknya akan mendorong kabupaten dan kota di Sumbar yang memiliki daerah pesisir pantai untuk menanam vegetasi yakni pohon waru, cemara idang, pinago dan beberapa tanaman lainnya.

"Faktanya ketika di pantai itu ada pohon maka akan mengurangi abrasi pantai bahkan bisa menghambat hantaman tsunami. Ini akan kita galakkan," katanya.

Baca juga: Lebih 53.000 desa berada di kawasan rawan bencana, sebut BNPB

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021