Ketua DPD RI bersama relawan Jokowi bahas UMKM hingga pemimpin bangsa

Ketua DPD RI bersama relawan Jokowi bahas UMKM hingga pemimpin bangsa

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama tiga komunitas pendukung Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-DPD RI

Jakarta (ANTARA) -
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama tiga komunitas pendukung Presiden Joko Widodo membahas mengenai perlunya menggairahkan pertumbuhan UMKM di tengah pandemi COVID-19 hingga soal pemimpin bangsa.
 
Ketua komunitas Benteng Indonesia Jack Tumewa di Jakarta, Rabu, menyebutkan ketiga komunitas itu adalah Benteng Jokowi (kini berubah nama menjadi Benteng Indonesia), Tim Relawan Jokowi yang mencakup Koperasi Digital Indonesia (KDI), komunitas Barisan Pembaharuan, serta komunitas Solidaritas Artis Indonesia.
 
Mereka yang hadir adalah Ketua Benteng Jokowi Jack Tumewa, sementara Tim Relawan Jokowi diwakili oleh Haji Bustan, Barisan Pembaruan diwakili Saifudin Budiman, dan Solidaritas Artis Indonesia diwakili oleh pendiri dan Ketua Umum Nenny Triana.
 
"Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari 1 jam tersebut membahas tentang perlunya memberdayakan UMKM di berbagai daerah, termasuk sekitar 20.000 anggota KDI yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara," katanya
 
Jack Tumewa mengatakan bahwa para anggota KDI tersebut berada di lebih dari 400 kabupaten kota. Hingga 2023 KDI merencanakan akan menggandeng sekitar 10 juta anggota.
 
"Jaringan media sosial yang dikelola oleh anggota kami, sudah berhasil menjaring puluhan juta pengikut dari berbagai daerah dan jumlah ini akan terus bertambah," katanya.
 
Pimpinan KDI ini juga meminta kesediaan Ketua DPD RI untuk membuka bazar KDI yang akan diselenggarakan di Bekasi Junction pada tanggal 1 Mei 2021.

Baca juga: Ketua DPD minta pemerintah merespons keluhan UMKM makanan dan minuman
 
Delegasi para sukarelawan ini juga meminta kesediaan Ketua DPD RI untuk menjadi Ketua Dewan Pembina KDI, mengingat keseriusan LaNyalla dalam memperjuangkan nasib masyarakat di semua daerah di Nusantara ini.
 
"Kami sedang mencari pemimpin bangsa yang peduli terhadap nasib masyarakat di semua daerah di Indonesia. Kami berharap agar pemimpin Indonesia pada masa depan memiliki kepedulian terhadap rakyat kecil yang sama dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh Presiden Jokowi," katanya.
 
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti mengatakan bahwa DPD akan tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat di berbagai daerah.
 
"DPD akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat tanpa harus mencampuri langkah-langkah kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah," katanya.
 
Dalam beberapa bulan belakangan ini, wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Timur itu memang giat berkunjung ke berbagai daerah.
 
"Dalam setiap kunjungan, itu, kami selalu mendapatkan masukan dari masyarakat tentang masalah-masalah yang mereka hadapi. Kami serap aspirasi itu untuk bahas dan cari jalan keluar terbaik," katanya.

Baca juga: Ketua DPD RI minta panitia PON Papua antisipasi dua masalah non teknis
 
Hingga awal April 2021, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur ini sudah berkunjung ke 29 provinsi dan lima provinsi lainnya akan dikunjunginya dalam beberapa bulan ke depan.
 
"Kami fokus membantu masyarakat di semua daerah agar bisa maju. Kalau daerah-daerah maju, seluruh Indonesia akan maju. Apalagi, untuk memperjuangkan nasib UMKM di daerah-daerah, itu sudah pasti kami dukung," katanya.
 
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini menyebutkan salah satu masalah bangsa selama ini adalah adanya jarak yang cukup jauh antara para pemimpin penyelenggara negara dan rakyat. Akibatnya, aspirasi dari berbagai daerah sering tidak tersalurkan dengan baik.
 
Mengenai keinginan para komunitas agar bersedia menjadi pemimpin bangsa, LaNyalla dengan tegas menyatakan akan fokus memimpin DPD sampai selesai masa baktinya.
 
"Saya ingin mengabdi dahulu di DPD RI sampai 2024. Saya masih harus berkeliling dahulu ke seluruh Tanah Air untuk mengetahui tentang masalah-masalah yang ada di sana sambil menyerap aspirasi masyarakat. Masih lima provinsi lagi yang akan saya kunjungi. Setelah itu, barulah saya menentukan sikap,” ujarnya.
 
Ia menekankan, "Jarak antara penguasa atau pejabat negara dan rakyat tidak boleh makin jauh. Ini hal yang buruk dan harus dibenahi."
 
Dalam kesempatan itu, mantan Ketua Umum PSSI ini bercerita tentang masa lalunya.

Ketika dia pernah dipenjarakan selama 7 bulan, menempati lantai 7, kamar nomor 7 dan akhirnya dinyatakan bebas murni.

Setelah itu, dia menduduki posisi RI-7 yang memenani pemilihan Ketua DPD RI dengan selisih 7 suara.

Baca juga: Ketua DPD apresiasi Istiqlal tiadakan buka-sahur bersama tekan corona
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021