Kemenperin jembatani startup dan investor di Hannover Messe 2021

Kemenperin jembatani startup dan investor di Hannover Messe 2021

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih. ANTARA/HO-Biro Humas Kemenperin/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjembatani startup penyedia teknologi dan calon investor pada pameran teknologi industri dunia Hannover Messe 2021, di mana sebanyak 63 startup asal Indonesia yang turut mengambil bagian, 23 perusahaan di antaranya merupakan binaan Kemenperin melalui Startup4industry.

Terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, Gati mengharapkan untuk bisa mendapatkan pasar maupun memperluas jejaring melalui ajang pameran teknologi industri terbesar itu.

“Para startup ini telah siap untuk go global. Potensi startup dan provider Indonesia memang harus terus didorong, agar dunia industri yakin akan kemampuan mereka,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu.

Dalam diskusi tersebut, juga hadir perusahaan tech provider Tata Sarana Mandiri, serta startup Multi Areal Planning (MAPID) dan PT Mygrowtek Jaya Imajin (IMAJIN) yang merupakan peserta Hannover Messe 2021.

Baca juga: Kemenperin: 23 startup bakal curi perhatian di Hannover Messe 2021

PT Tata Sarana Mandiri (TSM) merupakan perusahaan berbasis teknologi tinggi yang aktif melakukan riset utamanya pada perangkat telekomunikasi.

“Saat ini, dunia sudah bergerak ke era 5G. Kami berkomitmen untuk menjadi perusahaan berbasis teknologi buatan Indonesia,” ujar CEO Tata Sarana Mandiri, Yovita Bellina

Salah satu terobosan yang dilakukan oleh TSM adalah meluncurkan Smart QR EDC yang merupakan EDC dual screen pertama di dunia dan memenuhi persyaratan QRIS dari Bank Indonesia.

“Kami juga berdiskusi dengan Bank Indonesia terkait percepatan implementasi pembayaran nontunai. Kami mendorong agar produk Indonesia dapat didukung pengembangannya sehingga mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Baca juga: Kemenperin sebut 4,4 juta IKM potensial jadi pasar startup

Sementara itu MAPID merupakan salah satu finalis Startup4industry tahun 2018. Dengan eksposur kepada pasar nasional lewat ajang tersebut, MAPID mendapatkan investor dan telah bekerja sama dengan 20 perusahaan hingga saat ini.

MAPID memberikan layanan integrasi data serta redesain location data platform dan location intelligence analytics. Dengan produk unggulan seperti Form MAPID, IoT MAPID, dan GEO MAPID, dapat dilakukan pengumpulan data yang bisa diaplikasikan untuk kasus seperti bencana alam.

“Melalui layanan kami, perusahaan pengguna dapat melakukan survei dan penelitian, juga bertukar data,” kata Founder & CEO MAPID, Bagus Imam Darmawan.

Hingga hari ketiga pelaksanaan Hannover Messe 2021, kata dia, telah ada beberapa perusahaan yang melakukan pendekatan untuk mengetahui produk MAPID maupun menyatakan keinginan investasi.

Baca juga: Kemenperin dorong startup jadi akselerator pertumbuhan industri

Sedangkan IMAJIN merupakan startup yang memberikan platform manufacturing hub, di mana siapapun dapat memilih pelaku industri lokal untuk bekerja sama memproduksi produknya.

Dengan teknologi Industri 4.0, IMAJIN menghubungkan pelaku industri dari satu tier ke tier lainnya.

“IMAJIN memfasilitasi industri untuk terhubung dengan para pengguna. Kami juga membantu industri dalam menghasilkan produk dengan standar internasional,” kata Relationship Manager IMAJIN Trie M Indrianty.

Baca juga: Startup4industry 2021 fokus pada implementasi teknologi industri 4.0
 

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021