Saham Korea Selatan naik menyusul data lapangan kerja yang positif

Saham Korea Selatan naik menyusul data lapangan kerja yang positif

Ilustrasi - Seorang pekerja melintasdepan monitor pergerakan naik Indeks KOSPI, Bursa Saham Seoul, Korea Selatan. ANTARA/REUTERS/am.

Seoul (ANTARA) - Saham Korea Selatan berakhir naik pada Rabu karena investor asing dan institusi membeli saham menyusul data lapangan kerja yang positif.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 13,30 poin atau 0,42 persen menjadi 3.182,38. Volume perdagangan mencapai 1,75 miliar saham senilai 15,4 triliun won (13,8 miliar dolar AS).

KOSPI memulai perdagangan dengan menguat 0,03 persen, tetapi bergerak masuk dan keluar dari teritori negatif di sesi pagi karena investor ritel melepas saham.

Baca juga: Saham Korsel dibuka lebih tinggi, indeks KOSPI terkerek 0,10 persen

Indeks utama berbalik naik dan memperpanjang kenaikan di sore hari karena investor luar negeri dan institusional membeli saham di tengah pengumuman data ketenagakerjaan yang positif dan ekspektasi pendapatan perusahaan yang optimis.

Jumlah pekerjaan meningkat 314.000 di bulan Maret dari tahun sebelumnya, menandai perubahan haluan pertama dalam 13 bulan.

Saham berkapitalisasi besar berakhir beragam. Penentu arah pasar Samsung Electronics tidak berubah dibandingkan dengan penutupan sebelumnya, dan raksasa chip memori SK hynix turun 1,8 persen. Raksasa biofarmasi Celltrion tergelincir 0,3 persen, tetapi Samsung Biologics, unit farmasi Samsung Group, naik 0,8 persen.

Baca juga: Saham China dibuka naik setelah mencatat kerugian tiga hari beruntun

Perusahaan kimia terkemuka LG Chem melonjak 3,3 persen, dan mesin pencari yang paling banyak digunakan, Naver, naik 0,8 persen. Produsen mobil terbesar Hyundai Motor naik 1,1 persen, dan penanda baterai isi ulang Samsung SDI meningkat 1,0 persen.

Indeks KOSDAQ atas saham-sham berkapitalisasi kecil bertambah 4,05 poin, atau 0,40 persen, menjadi ditutup pada 1.014,42.

Mata uang lokal berakhir pada 1.116,6 won terhadap dolar AS, naik 9,3 won dari penutupan sebelumnya. Mata uang Korea Selatan terapresiasi karena meningkatnya selera untuk aset berisiko.

Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021