Kemenperin fasilitasi kerja sama pengembangan industri kedirgantaraan

Kemenperin fasilitasi kerja sama pengembangan industri kedirgantaraan

Sejumlah pegawai menyaksikan prosesi pelepasan Ferry Flight pesawat terbang CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) di Hanggar Fixed Wing PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/3/2021). PT Dirgantara Indonesia (DI) melakukan ekspor satu unit pesawat terbang CN235-220 (Maritime Patrol Aircraft) MPA ke Republik Senegal dan akan dioperasikan oleh Senegal Air Force. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian memfasilitasi kerja sama antara dua perusahaan dari Indonesia dan Jerman dalam rangka mendorong pengembangan industri kedirgantaraan dan alat kesehatan, yang salah satunya dilandasi oleh upaya Indonesia mengembangkan pesawat terbang N219.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transporatasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan, beberapa komponen untuk N219 diproduksi oleh Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM).

“Ini menghasilkan rantai nilai produk untuk industri kedirgantaraan yang meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang saat ini hampir mencapai 40 persen,” kata Taufik lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menteri: N219 Nurtanio awal kebangkitan industri dirgantara Indonesia

Untuk itu, Kemenperin menyambut baik kerja sama antara PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI) dan Toolcraft AG di bidang penerbangan serta industri alat kesehatan. Kerja sama ini diharapkan melengkapi supply chain pada dua sektor tersebut.

Penandatanganan nota kesepahaman antara managing director PT YPTI Petrus Tedja Hapsoro dan anggota direksi toolcraft AG Christoph Hauck mencakup teknologi seperti advanced CNC-machining, additive manufacturing, digital engineering dan e-learning, robotics dan automation, serta plastic injection molding.

Melalui kesepakatan ini, kedua perusahaan akan sama-sama terlibat dalam kerja sama industri dan bisnis antara kolaborator dan mendukung pertukaran informasi, seperti mengenai standar nasional dan praktek hukum.

Baca juga: Pemerintah akan bentuk komite industri dirgantara

Selain itu, pertukaran dan dukungan klaster organisasi dan klaster praktek manajemen, serta pertukaran informasi mengenai sumber pendanaan bagi aktivitas kerja sama kedua perusahaan tersebut.

”Kemenperin terus mendorong peningkatan investasi dan kerja sama teknis, khususnya untuk produk dengan nilai tambah tinggi,” papar Taufiek.

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memberikan masukan dan mendukung langkah strategis bagi pemerintah dan stakeholder terkait.

“Kami mengharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan kapabilitas industri manufaktur dengan memperkenalkan prinsip-prinsip automatisasi dan system integration,” pungkasnya.

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021