Polrestabes Bandung tangkap pemilik senjata api pengancam warga

Polrestabes Bandung tangkap pemilik senjata api pengancam warga

Polisi amankan pelaku ancam warga dengan senjata api di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial ER (33) yang melakukan aksi brutal dengan menembakkan senjata api yang mengancam masyarakat.

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan pelaku menembakkan senjata api itu sebanyak empat kali ke berbagai arah di lokasi adanya aktivitas masyarakat. Aksi itu sendiri terjadi di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Polsek Babakan Ciparay dibantu Resmob Polrestabes langsung mengamankan pelaku beserta barang buktinya, tidak ada korban dalam aksi itu," kata Adanan di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin.

Baca juga: 22 ribu senjata api dimiliki warga sipil di Jateng

Menurut dia, pelaku melakukan aksi tersebut karena kesal setelah tidak menemukan orang yang dicari. Pelaku, kata dia, mencari seorang yang berinisial A karena motif dendam.

"Pelaku ini datang ke sana tujuannya untuk mencari seseorang dengan inisial A, dia tidak terima karena salah satu pegawai yang bersangkutan (pelaku) ini dipukuli," katanya.

Untuk itu, katanya, polisi juga akan mendalami sumber senjata berjenis Glock airgun yang didapat oleh pelaku itu. Pelaku juga, kata dia, memiliki kartu anggota organisasi pemilik senjata api.

"Apakah memperolehnya dengan cara yang benar, siapa yang mengeluarkannya akan kami periksa," kata dia.

Baca juga: Kapolda Lampung musnahkan 183 pucuk senjata api rakitan

"Juga saat ini sedang kita dalami, apakah pelaku bisa dikenakan UU darurat tentang kepemilikan senpi, kemudian akan kita dalami juga motif dia seperti apa," tambahnya.

Sementara itu, pelaku ER mengaku tidak bermaksud untuk melukai seseorang. Dia pun mengaku bersalah telah melakukan aksi yang membahayakan keselamatan jiwa warga.

"Saya mendapat senjata itu dari toko daring, dan mendapat kartu anggotanya juga dari paketnya," kata pelaku.

Dia mengaku mendapat senjata itu seharga Rp3 juta, sekaligus dengan kartu anggotanya. Pelaku sendiri sehari-hari bekerja sebagai pedagang atau wiraswasta.

Baca juga: Anggota DPR: Senjata api bukan untuk tindakan arogansi
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021