Saham Singapura merosot, tertekan kekhawatiran inflasi

Saham Singapura merosot, tertekan kekhawatiran inflasi

Ilustrasi: Bursa Saham Singapura (cnbc.com)

Singapura (ANTARA) - Saham Singapura ditutup melemah 0,33 persen pada hari Senin, tertekan oleh kekhawatiran inflasi setelah Amerika Serikat melaporkan lonjakan indeks harga produsen pekan lalu.

Tetapi pasar AS naik ke rekor baru pada Jumat lalu karena investor mengabaikan kekhawatiran atas inflasi dan fokus pada prospek kebangkitan ekonomi. Volume di bursa AS mencapai titik terendah baru untuk tahun ini karena kenaikan harga produsen meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi.

Sementara itu, harga minyak mentah tetap stabil di Asia setelah Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell mengatakan ekonomi AS siap untuk pertumbuhan yang lebih kuat, meskipun dia juga memperingatkan bahwa virus korona masih menjadi ancaman.

Baca juga: Menjelang Ramadhan, IHSG ditutup anjlok hingga 121,64 poin

DBS Group Research mengatakan bahwa secara teknis, Indeks Straits Times dalam sebulan ke depan masih berada dalam kisaran level resisten pada 3.200 poin dan 3.300 poin, dan level support pada 2.966 poin dan 3.056 poin, dengan menambahkan bahwa bulan Mei adalah bulan yang secara musiman biasnya lebih lemah dibandingkan dengan Maret dan April.

Indeks acuan Singapura, Straits Times, turun 10,61 poin menjadi 3.173,93 poin. Volume perdagangan 2,11 miliar saham senilai 1,48 miliar dolar Singapura. Jumlah saham yang turun melebihi jumlah yang naik dengan 344 berbanding 152.

Baca juga: Saham Hong Kong anjlok, dipicu sinyal pengetatan likuiditas China

Saham Nanofilm Technologies turun 1,75 persen menjadi 5,04 dolar Singapura. Pada Jumat lalu perusahaan itu mengeksekusi (exercise) opsi untuk membeli gudang enam lantai yang berdiri sendiri di bagian Timur Laut Singapura seharga 30,38 juta dolar Singapura, yang dibayarkan secara tunai dan akan didanai oleh kas internal dan pinjaman bank.

Di antara yang terbaik, DBS Group Holdings naik 0,14 persen menjadi 28,69 dolar Singapura, sementara Venture Corporation menjadi salah satu perusahaan yang merugi dengan turun 1,7 persen menjadi 20,28 dolar Singapura. (1 dolar AS sama dengan 1,34 dolar Singapura).

Baca juga: Saham Tokyo ditutup jatuh, dipicu kekhawatiran naiknya kasus COVID-19

Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021