Bursa Australia merosot, terseret saham sumber daya dan real estat

Bursa Australia merosot, terseret saham sumber daya dan real estat

Ilustrasi - Bendera Australia dan bursa Efek Autralia dengan panah merah turun. ANTARA/Shutterstock/pri.

Sydney (ANTARA) - Pasar saham Australia ditutup sedikit lebih rendah hari Senin, dengan saham-saham sumber daya dan real estat berada di bawah tekanan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 21,20 poin atau 0,30 persen menjadi 6.974,00, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 27,10 poin atau 0,37 persen menjadi 7.225,20.

"Pasar Australia merosot pada hari Senin karena saham mundur lebih jauh dari tertinggi dalam sehari pascapandemi minggu lalu," kata reporter Tinjauan Keuangan Sarah Turner.

"Sementara ekonomi Australia telah keluar dari pandemi COVID-19, laju peluncuran vaksin di negara itu kurang mengesankan dan Perdana Menteri Scott Morrison tidak bisa memenuhi targetnya untuk memberikan dosis vaksin pertama kepada setiap orang Australia pada bulan Oktober."

Baca juga: Kenaikan Saham di Australia terhenti dampak peluncuran vaksin mundur

Di bidang keuangan, saham bank-bank besar sebagian besar naik dengan National Australia Bank naik 0,41 persen, Westpac Bank naik 0,36 persen, ANZ naik 0,45 persen, tetapi Commonwealth Bank turun 0,47 persen.

Saham pertambangan turun dengan BHP turun 1,05 persen, Rio Tinto turun 0,54 persen, Fortescue Metals turun 1,63 persen, dan penambang emas Newcrest turun 2,47 persen.

Saham produsen minyak dan gas negara bervariasi dengan Oil Search turun 1,46 persen, Santos naik 0,85 persen dan Woodside Petroleum naik 0,04 persen.

Saham supermarket terbesar Australia turun dengan Coles turun 0,57 persen, dan Woolworths turun 0,46 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra naik 1,75 persen, maskapai nasional Qantas tenggelam 2,39 persen, dan perusahaan biomedis CSL naik 0,80 persen.

Baca juga: Kenaikan beruntun di pasar saham Australia berhenti Jumat

Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021