Thomas Tuchel: jangan samakan Kai Havertz dengan Diego Costa

Thomas Tuchel: jangan samakan Kai Havertz dengan Diego Costa

Gelandang Chelsea asal Jerman Kai Havertz. ANTARA/goal.com

Jakarta (ANTARA) - Thomas Tuchel mengatakan bahwa Kai Havertz tidak akan pernah memiliki kepribadian yang berapi-api seperti Diego Costa di Chelsea, tetapi pelatih asal Jerman itu menegaskan sang penyerang muda masih bisa bersinar sebagai sosok yang lebih tenang.

Havertz mencetak gol pada menit kedelapan dan membuat assist untuk gol Christian Pulisic pada menit ke-10 ketika The Blues meraih kemenangan 4-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park pada Sabtu (10/4).

Ini adalah untuk pertama kalinya tim besutan Tuchel itu mencetak lebih dari dua gol dalam 17 pertandingan.

Havertz tampil bagus sebagai false nine dalam pertandingan melawan Palace itu setelah ia dikritik karena penampilannya saat Chelsea menang atas Porto pada pertengahan pekan ini.

Baca juga: Tuchel sanjung peningkatan penampilan Havertz di Chelsea 
Baca juga: Chelsea kembali ke empat besar selepas menang besar di Palace 


Tuchel yakin banyak orang salah paham terhadap Havertz sejak tiba di London Barat.

"Ia (Havertz) bukan tipe seperti Diego Costa. Ia pemain sederhana. Saya tidak akan pernah menuntut ia menjadi seperti ini," ujar Tuchel dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan, yang dikutip Goal pada Senin.

"Terkadang Anda tidak bingung dengan bahasa tubuhnya, menanggapinya seolah-olah ia tidak memberikan segalanya. Karakternya memang sangat tenang dan kami sadar dengan kualitasnya."

"Saya tidak tahu level apa yang ia capai dan seberapa cepat ia bisa melakukannya. Saya ulangi, ia keluar dari zona nyamannya dengan datang dari Leverkusen ke Liga Primer Inggris; Anda ingin menantang diri sendiri. Sekarang tergantung pada dirinya sendiri untuk menunjukkan kualitasnya."

"Ia telah menunjukkan performa yang sangat kuat melawan Everton dan Atletico. Bagi kami, ia mengalami pertandingan yang sulit lawan Porto dan nasihat saya sangat mudah: tunjukkan Anda bisa lebih baik dan berjuang untuk tempat Anda sendiri. Ia mendapat kesempatan kedua dan mengambilnya."

"Ia bisa lebih kejam dalam penyelesaian akhir karena ia memiliki kualitas lebih. Ia tidak harus menjadi pemimpin emosional kami karena ia bukan tipe seperti itu dan tidak perlu menjadi begitu," papar Tuchel. 

Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Chelsea, Liverpool ubah komposisi empat besar 
Baca juga: Chelsea menang meyakinkan atas Porto di leg pertama 
Baca juga: Kai Havertz tampil gemilang saat Chelsea kalahkan Everton 2-0 

 
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021