Kelompok milenial dinilai jadi pasar masa depan ekonomi syariah

Kelompok milenial dinilai jadi pasar masa depan ekonomi syariah

Tangkapan layar anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Imam Teguh Saptono dalam webinar bincang-bincang dengan tema perilaku hidup aman selama pandemi Sabtu (10/10/2020). ANTARA/M Fikri Setiawan.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Imam Teguh Saptono menilai kelompok milenial akan menjadi pasar masa depan ekonomi syariah nasional sehingga harus dimanfaatkan seoptimal mungkin sejak dini.

"Faktanya, pasar syariah di Indonesia sudah menjadi pasar yang terbesar. PR terbesar itu tinggal bagaimana menata, membuatnya lebih sistematis, dan membangun sinergi antar pelakunya. Dan kalau saya lihat justru yang menjadi prioritas itu future market, pasar masa depan yang sebentar lagi akan kita songsong yaitu pasar kelompok milenial," ujar Imam di Jakarta, Senin.

Imam menyebutkan ada tiga komponen yang menjadi "kesempatan emas" yang tidak boleh dilewatkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan ekonomi syariah di Tanah Air.

Pertama ialah dinobatkannya Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Indonesia masuk daftar 10 negara paling dermawan di dunia, berdasarkan laporan tahunan World Giving Index (WGI) edisi ke-10 yang disusun oleh Charities Aid Foundation.

Komponen kedua yaitu lahirnya segmen kelas menengah yang cukup besar. Ketiga, berdasarkan survei terhadap 20.000 milenial di 120 negara terkait keyakinan apakah agama akan membawa kebahagiaan di dalam hidup, Indonesia menjadi yang tertinggi.

"Artinya kita akan menghadapi sebuah kondisi di mana masyarakat Indonesia secara umumnya kejiwaannya dermawan, kemudian kelas menengah cukup tinggi. Apalagi kita mendapatkan advantage dari populasi di mana sampai dengan 2036 kita masih memegang negara dengan nomor dua angkatan produktif tertinggi. Artinya kita dermawan, kita memiliki uang sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja, dan terakhir kesolehan yang tinggi," kata Imam.

Apabila ini tidak bisa atau tidak mampu dikapitalisasi dalam sebuah gerakan dan sinergi antar lembaga, lanjut Imam, Indonesia akan kehilangan momen besar yang sudah di depan mata.

"Jadi inilah waktunya kita untuk sadar akan kebangkitan ekonomi syariah nasional," ujar Imam.

Baca juga: BI terus dorong transformasi ekonomi dan keuangan syariah
Baca juga: Kemenag ajak generasi muda pelajari ekonomi dan keuangan syariah
Baca juga: Wapres: Masyarakat Ekonomi Syariah jadi motor penggerak UMK
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021